dari Pasar Beringharjo hingga Stasiun Tugu

Yogyakarta sesak. Mungkin. Tapi bukan karena itu Yogya lalu meminggirkan warisan-warisan besar yang pernah dimilikinya hanya untuk sebuah masa; metropolis. Warisan-warisan itu agaknya cukup signifikan untuk dilindungi ketika ia berkaitan dengan kenyataan sejarah yang pernah membentuknya. Siapa yang pernah membayangkan menggusur pasar Beringharjo yang bersejarah itu dari fakta sepanjang hidup Yogyakarta?

Diluar tembok keraton, heritage, warisan di Yogyakarta itu tersebar di berbagai kawasan, Banyak bangunan peninggalan pemerintah kolonial Belanda bergaya Eropa di kompleks Kota Baru. Kawasan sejuk pepohonan dan jalan-jalan yang necis itu dibangun pada 1920 dengan nama Nieuwe Wijk, atau Kota Baru. Bangunan-bangunan indis itu mencampurkan arsitektur barat dan timur menghasilkan arsitektur art-deco klasik.

Satu kilometer di sebelah barat, di seberang sungai Code, terdapat Hotel Tugu, yang pada masa clash II 1948 dijadikan pusat militer Belanda. Di depannya, di seberang jalan, berdiri gagah stasiun kereta api besar Tugu. Stasiun ini sebenarnya stasiun kedua setelah stasiun Lempuyangan dibangun lebih awal. Stasiun Lempuyangan beroperasi sejak 2 Maret 1872 dan stasiun Tugu sejak 2 Mei 1887. Di awal melayani angkutan hasil bumi dan sejak 1905 untuk kereta penumpang.

Pasar besar Beringhardjo di jantung Yogyakarta dulunya adalah kawasan becek, penuh ditumbuhi pohon beringin. Tempat itu benar-benar menjadi pasar, ketika Nerderlandsch Indische Beton Maatschappij memperoleh mandat membangunnya pada 24 Maret 1925. Namun nama Beringharjo baru diberikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Banyak heritage luar biasa di Yogyakarta, antara lain; benteng Vredeburg, Tugu, hingga kawasan cagar budaya Sagan, yang merupakan bagian dari sejarah besar Jogja.

referensi: Exploring Jogja Volume: 02/2009

foto dari tutinonka.wordpress.com, flickr.com, upload.wikimedia.org, bapeda.jogjaprov.go.id

Dengan kaitkata , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

30 thoughts on “dari Pasar Beringharjo hingga Stasiun Tugu

  1. wi3nd mengatakan:

    hehheh..aku da kesanah maret allu..🙂
    ** kan9en ma yo9yaa..
    suda banyak perubahan disanah,san9ad banyak..
    Love yo9ya much🙂

    • alfaroby mengatakan:

      untuk beberapa kawasan dan daerah yang tidak ada cagar budayanya memang sudah banyak perubahan, tetapi untuk daerah dan kawasan yang dijadikan cagar budaya, sampai dengan saat ini masih terus di lestarikan dan diupayakan tetap kokoh

  2. mel mengatakan:

    aku pengen ke jogja libur lebaran nanti , kalau dr malioboro..mau ke borobudur ada angkutan umum/bus ga? kalau ada..kasih info ya,,,
    di tunggu di blog aq

    • alfaroby mengatakan:

      kalau dari malioboro ke burobudur ada angkutan kok.
      emm… kalau dari malioboro, ada 2 jalur, naik bus way atau naik bis biasa,
      1. kalau naik busway (Rp.3000), ada terminalnya di depan pasar bringharjo, dan kemudian nanti langsung ikuti petunjuk untuk turun di stasiun jombor. dari stasiun jombor pindah angkutan (mobil L300) langsung ke burobudur (Rp 15.000).
      busway AC, tapi agak lama nyampe jombor

      2. kalau naik bus biasa (Rp. 2000), naiknya dari perempatan Kantor pos pusat, cari bis jalur 15 dan nanti turun di terminal jombor, dan dari terminal jombor naik angkutan (L300) langsung turun burobudur (Rp.15.000)
      bis biasa tanpa AC tapi lumayan cepat nyampe jombor

  3. sobatsehat mengatakan:

    kapan kapan kita boleh ya diundang ke jogja. palagi ke malioboro

  4. KangBoed mengatakan:

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang.. yogyakarta rasanya sekarang tidak selembut dahulu

    • alfaroby mengatakan:

      salam untuk anda yang sedang menunaikan tugas yang mulia
      mungkin memang tidak selembut dahulu, tetapi di balik “kekasaran” tersebut masih tersisa banyak kelembutan,

  5. welly mengatakan:

    Wah mas, pingin banget kesana lagi. Tulisan ini jadi tombo kangenku. Salam kenal.

  6. arham blogpreneur mengatakan:

    Sedang kampanye wisata daerah kah ?…🙂

  7. skydrugz mengatakan:

    Kota Yogya, tidak semacet Jakarta kan?

    • alfaroby mengatakan:

      ya jelas tidak macet lah, macet jogja tuh cuman di lampu merah, kan mesti nunggu, itupun tidak berlangsung lama kok, bahkan di kawasan pariwisata di jalan Malioboro saja tidak terjadi kemacetan, walaupun disana di lewat oleh para pejalan kaki, angkutan umum, pengendara sepeda motor, mobil bahkan sampai tukang becak dan kereta kuda (dokar) jogja masih tetap aman

  8. diazhandsome mengatakan:

    walah, sering ke sana bos. maen-maen ke tempat bersejarahnya pula (kecuali hotel tugu, soalnya pake cek-in dulu :D)

    ada yang baru tuh di blog gw😀

    • alfaroby mengatakan:

      hotel di daerah jalan Malioboro memang agak lumayan mahal, tetapi itu semua sesuai dengan fasilitas dan kemudahan akses di Malioboro, saya akan menuju ke blog kamu…..

  9. ridhobustami mengatakan:

    Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
    Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
    Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
    Nikmati bersama suasana Jogja
    -Kla projek-

  10. rigih mengatakan:

    jogja tuh mengasyikkan
    membandingkan jogja dengan jakarta…hu-uh, bingung juga
    misalnya trans jakarta dg transjogja. utk fasilitas, jakarta mungkin lebih unggul, tapi utk keramahan, jogja is the best lah
    tapi entah kenapa istriku ga suka jogja 😦

    • alfaroby mengatakan:

      kalau membandingkan antara Jogja dan Jakarta memang berbeda, tetapi yang jelas dari keduanya adalah sama sama daerah yang di Istimewakan, kalau masalah fasilitas dan banyaknya bus trans yang ada banyak yang di jakarta, selain itu di Jogja tidak terdapat jalan yang khusus diperuntukkan oleh bus transjogjam, berbeda dengan yang di Jakarta.
      tentang keramahan, ada banyak kemungkinan, diantaranya adalah masyarakat di Yogyakarta masih banyak yang di dasari oleh adat dan budaya jawa yang lemah lembut, sopan,

      kalau saran aku, mending istri bang rigih di ajak ke parang tritis atau ke malioboro lebih khususnya di mirota batik dan kemudian belikan sang istri kain batik,,, hemm….

  11. rasyid mengatakan:

    Haha ane cuma dapat pinggiran jogja -klaten- heheh

  12. morishige mengatakan:

    jogja adalah sebuah kota tempat kreasi muncul tanpa batas… itu salahsatu yang saya kagumi dari jogja.

  13. pelangiituaku mengatakan:

    W.A.W…. ternyata TUGU JOGJA lebih indah kalo di potret pagi ato siang hariii!!!!huhuhuhu.. nungguin tugu sepii sampe jam 1 mlm.. tp tetep nggak sepii.. masih dipeluk” ma anak” muda jogja.. narsis” di tugu.. huhuhuhu…

    mampir iah ke blog saiia..

    http://pelangiituaku.wordpress.com/2009/08/10/belajar-kehidupan-dari-lirik-%E2%80%98mbah-surip%E2%80%99/

    makasiihh

    • alfaroby mengatakan:

      hehehehehe, jogja emang gak ada matinya, bahkan sampai malampun, konon ada suatu tradisi yang sudah melegenda di mahasiswa yang kuliah di Yogyakarta, kalau belum menyentuh tugu Jogja, jangan harap bisa lulus cepat, heheheheh,
      dan tidak sedkit yang mempercayai hal tersebut, heheheh

  14. fauzi mengatakan:

    jogja is the best cui

  15. Reitha mengatakan:

    Hmmmm…. Mo nanya, klo misalnya dr terminal ke borobudur naek bus/angkot apa yach? Trims b4

    • alfaroby mengatakan:

      kalau dari terminal giwangan, segeralah naik bis angkutan menuju ke terminal jombor, dari terminal jombor tersebut anda bisa langsung naik bis angkutan ke burobudur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: