Software as a Service (SaaS)

The End of Softwere. Frasa provokatif ini dipakai oleh sebuah perusahaan software untuk mempromosikan diri. Nama perusahaan tersebut adalah salesforce.com, perusahaan ini dikenal sebagai “pemberontak” di industry software. perusaaan tersebut didirikan pada tahun 1999 dan bermarkas di San Fransisco. Perusahaan ini menawarkan tawaran yang “istimewa” yakni layanan fungsionalitas software dengan pola yang dikenal sebagai SaaS atau juga disebut on demand software. Istilah tersebut dipakai untuk membedakan dari software yang dijual secara tradisional dalam bentuk paket (istilahnya package software) atau juga dikenal sebagai on premise software.

You pay as far as you go. Istilah tersebut mengacu pada munculnya paradigma baru dalam layanan TI, yakni adanya hosted software di mana user cukup membayar sesuai dengan pemakaian. Konsep ini dikenal dengan nama software-as-a-service.

SaaS merupakan perangkat lunak yang berbentuk layanan/service. SaaS adalah suatu model penyampaian aplikasi perangkat lunak oleh suatu vendor perangkat lunak yang mengembangkan aplikasi web yang diinangi dan dioperasikan (baik secara mandiri maupun melalui pihak ketiga) untuk digunakan oleh pelanggannya melalui Internet.

Sebagai komunitas bisnis yang lebih dinamis dan kompleks, pengalokasikan sumber daya organisasi memiliki banyak makna. Terjadi sebuah pergeseran dari applikasi perangkat lunak klien yang diinstal ke sebuah host atau Software sebagai model Service (SaaS).

Sejak tahun 2002, sebuah situs SaaS.com telah mengkhususkan diri dalam memberikan SaaS yang lebih mudah untuk digunakan, lebih intuitif, dan menyediakan keamanan data yang lebih besar daripada kebanyakan aplikasi klien-instal. Dengan satu platform perangkat lunak, penggunaan spektrum yang luas dapat didukung di berbagai daerah secara fungsional.

Tujuan utama SaaS.com adalah membantu organisasi memberikan Software-as-a-Service untuk memperoleh pangsa pasar dan mempertahankan pelanggan dengan cara sebagai berikut:

  • Meningkatkan kegunaan dan aspek fungsional dari aplikasi perangkat lunak
  • Membangun struktur pendapatan dan biaya yang lebih tepat.
  • Mengurangi waktu implementasi, pelatihan, dan dukungan.
  • Meminimalkan risiko bisnis secara keseluruhan dengan data aksebilitas dan keamanan data.

Dalam SaaS, seluruh business process dan data pelanggan ditempatkan di sebuah server data center milik services provider. Server ini melayani sejumlah klien dengan sistem one-to-many, pelanggan tinggal memakai dan membayar jasa sewanya setiap bulan sesuai dengan pemakaian. Sistem tersebut dapat mereduksi atau menghilangkan biaya menginstal dan menjalankan aplikasi pada komputer pengguna, SaaS menghapuskan kerumitan dalam pemeliharaan software, aktifitas operational dan support. Lebih singkatnya, dengan SaaS, pengeluaran belanja TI konsumen bisa lebih hemat.

Apakah penerapan konsep SaaS bisa dilakukan di Indonesia?

BISA, kita patut berbangga pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. sebagai perusahan yang menggunakan konsep SaaS pertama di Indonesia. Kegiatan operasional bisnis Telkom yang semakin berkembang dan jumlah pelanggan yang meningkat pesat menuntut Telkom untuk mengoptimalkan efisiensi perusahaan dan meningkatkan produktifitas  karyawannya. Oleh sebab itulah di butuhkan dukungan infrastruktur teknologi yang handal, sistem yang terintegrasi untuk mendukung proses pengambilan keputusan yang cepat dan mendapatkan akses informasi secara real time. Selain itu juga komunikasi antar karyawan, dengan mitra bisnis, pelanggan dan pemasok yang terpisah secara geografis juga bisa lebih cepat.  Telkom bekerjasama dengan IBM mengembangkan dan menyediakan pelayanan electronic office (e-Office) yang disediakan bagi pelanggan korporasi Telkom melalui konsep SaaS.

Salah satu kebutuhan utama yang mendesak Bagi Telkom adalah sistem messaging yang dapat menjangkau seluruh karyawan, pemasok, dan mitra bisnis yang tersebar di seluruh Tanah Air. Oleh sebab itu, dengan menggunakan paltform aplikasi IBM Lotus Domino, Telkom menerapkan solusi Paperless Office Internal Telkom (POINT) untuk memenuhi kebutuhan beberapa aplikasi penting, mencakup: portal perusahaan, messaging, kalender, memo internal, nota dinas, kebutuhan administrasi pengembangan SDM (misalnya pengajuan aplikasi cuti), search engine, dan sebagainya.

Menurut Susanti, Manajer Senior Unit Product & Service Supply Management, Divisi Layanan Enterprise Telkom tertarik menjual layanan POINT ini sebagai SaaS, karena melihat ada kebutuhan pelanggan-pelanggan Telkom. Di Indonesia, yang menawarkan layanan secara SaaS baru Telkom, perusahaan lain menawarkan aplikasinya, bahkan di Asia Pasifik, POINT merupakan aplikasi e-Office pertama yang dijual dengan skema SaaS.

Sebagai layanan yang dibangun dengan platform XML web services, maka pengguna SaaS cukup mengakses aplikasi tersebut secara remote via Internet browser. Oleh karena itu, model pengiriman data oleh SaaS bersifat multiklien (one-to-many) di mana sebuah aplikasi dibagi antarkline.

Saat ini, aplikasi e-Office POINT standart yang ditawarkan Telkom dengan konseo SaaS sudah dapat langsung dimanfaatkan pelanggan. Antara lain mencakup fitur-fitur: e-mail, Personal Information Management (Calendering/Scheduling), dan Sistem Korespondensi Elektronik (Nota Dinas, Memo Dinas). Rencana kedepannya, dalam waktu dekat Telkom akan mengembangkan beberapa fitur baru, antara lain: Self Service (semisal untuk perjalanan dinas, cuti, klaim kesehatan, dan sebagainya), Resource Reservation, Document Management, Knowledge Management, Task Management, dan Corporate Portal.

Sampai dengan saat ini, instansi yang sudah menggunakan layanan POINT dari Telkom dengan pola SaaS adalah TNI AD dengan 500 user, sebuah layanan e-Office di TNI AD yang diberi nama aplikasi e-Militer. Dalam waktu dekat, implementasi POINT juga akan dilakukan di TNI AU dan PT Jasa Raharja.

Keuntungan potensial penerapan SaaS antara lain:

  • Kemudahan administrasi
  • Pengelolaan update dan patch perangkat lunak secara otomatis
  • Kompatibilitas, karena semua pengguna memiliki versi software yang sama
  • Kemudahan kolaborasi
  • Dapat di akses dari seluruh dunia (global), karena menggunakan browser internet

Kendati demikian, konsep SaaS bukan tanpa cela. Masalah kepemilikan data, privacy, dan tingkat kemanan masih menjadi pertanyaan. Data yang disimpan di sisi provider kemungkinan dikhawatirkan dapat disalahgunakan, atau bahkan hilang.

Beberapa masalah krusial dalam SaaS ini. Pertama, soal data availability, data yang disimpan di sisi provider (ASP) jika mengalami crash atau koneksi internet terputus, pengguna tidak akan bisa mengakses data. Kedua, soal service availability, jika server sedang kacau, maka pelanggan tidak bisa menggunakan software tersebut. Ketiga, menyangkut masalah security dan privacy, sampai dengan saat ini Application Service Provicer (ASP) tidak menjamin mengenai data kita jika hilang, bagaimana jika data tersebut merupakan data korporat yang sensitive?

Kesimpulannya, bisnis dengan konsep SaaS memiliki peluang di tahun-tahun mendatang, kebanyakan aplikasi untuk perusahaan akan dibeli dalam bentuk layanan berlangganan ketimbang sebagai produk berbasis lisensi dengan pertimbangan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan setara dengan jumlah pemakaian. Sistem SaaS bagi perusahaan dapat menghemat pengeluaran biaya belanja TI. Namun, konsep SaaS juga memiliki sisi negative dalam hal keamanan data pelanggan, dan adanya kekhawatiran server mengalami crash, semoga kedepannya sistem SaaS terus mengalami kemajuan dan dapat meminimalisir dampak negative yang yang ada.

referensi:

exaterm.wordpress.com

Majalah Swa no 13/XXV tanggal 25 Juni-5Juli 2009

Saas.com

Salesforce.com

Swa.co.id

Telkom.co.id

Wikipedia.org

Dengan kaitkata , , , , , ,

71 thoughts on “Software as a Service (SaaS)

  1. Dangstars mengatakan:

    Pertamaaaxxxxxxxxx

  2. Dangstars mengatakan:

    Dijual berupa cd gak yah,,atau cukup di Download…aja?

    • alfaroby mengatakan:

      kita tidak perlu untuk membeli CD atau mengdownload aplikasi tersebut, tetapi kita cuman harus melalui browser situs SaaS, kita login dan mengerjakan semua aktifitas kita disana, data akan tersimpan di server.

  3. Abula mengatakan:

    sungguh konsep yang inovatif dan tentu saja menjanjikan …

    Salam Ramadhan Al Mubarok 1430 H
    Salam Hangat Selalu dari AbulaMedia.com

  4. kawanlama95 mengatakan:

    kreatif dan invatif mutlak. selamat berkarya

  5. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    wah, mantab, mas faroby kalau ingat jumlah pengguna software di indonesia yang terus bertambah, semoga bisa memberikan pencerahan.

    • alfaroby mengatakan:

      terima kasih atas komentarnya om sawali, mengingat pada tahun tahun terakhir saat ini jumlah pengguna internet di indonesia meningkat, walaupun tidak secara drastis, tetapi terjadi kenaikan dibandingkand dengan pemakai internet menunjukkan bahwa negara kita mulai selangkah lebih maju untuk tumbuh dan berkembang ke era digitalisasi dan saatnya melihat dunia hanya dengan “selebar layar monitor”

  6. welly mengatakan:

    Sebagai sebuah negara yang unik, Indonesia kadang tidak bisa ‘dieragamkan’. Proses Bisnis perusahaan terkadang bisa berbeda hanya dikarenakan beda wilayah waktu, beda adat, beda pajak dan lain-lain. Tantangan buat para penyedia SaaS yah.

    • alfaroby mengatakan:

      bener sekali mas welly, saat ini, dunia bisnis tidak bisa di fokuskan pada satu tempat atau satu wilayah saja, saatnya eksplorasi ke daerah lain bahkan sampai benua lain, perusahaan sedang gencar-gencarnya menuju go global, dan sistem SaaS adalah salah satu sistem dengan konsep yang paling tepat untuk menunjang kepentingan perusahaan

  7. andif mengatakan:

    keren keren..
    ayo majulah Indonesia ku!!

  8. buwel mengatakan:

    makasih mas infonya…..lengkap deh keknya…:)

  9. a-chen mengatakan:

    Thanks 4 your sharing….^_^

  10. chokey mengatakan:

    Thank,s sharingnya mas..
    Nunggu info bisnisnya eheheheh

  11. Bang Dje mengatakan:

    Menarik sekali, tapi kenapa semua link ga jalan ? apa browserku yang error? aku pake Safari …
    Salam kenal …
    OOt
    Theme ini ternyata sangat menarik isinya. dengan kolom komen model ini aku baru lihat …

    • alfaroby mengatakan:

      saya coba sendiri semua link bisa jalan kok bang, mungkin kemarin koneksi internet bang djoe agak bermasalah atau mungkin safari abang yang bermasalah, hehehe.
      salam kenal juga bang,

  12. Yari Nk mengatakan:

    Yup kita salut dengan Telkom dengan ‘kemajuannya’ setelah diberi pesaing, berbeda dengan di era orde baru dulu di mana telkom menjadi pemain monopoli. Pemberian kemudahaan berupa SaaS ini patut diapresiasi namun tentu keunggulan utama di pasaran tetap pada pelayanan purnajual untuk pelanggannya serta layanan servis yang cepat tanpa itu tetap saja pelanggan akan mencari perusahaan jasa pesaing yang lain…

    • alfaroby mengatakan:

      saya sangat setuju om Yari, tetap yang paking utama aadalh sistem pelayanan kepada para pelanggan serta service yang cepat untuk para pelanggan.
      nah.. dengan adanya sistem tersebut diharapkan proses operasioanal perusahaan bisa berjalan dengan cepat, sistem yang ada diperbarui dengan lebih baik dengan konseo SaaS dan ujung ujungnya adalah consumer satisfaction

  13. arief mengatakan:

    tulisan ini menarik dan memberikan wawasan baru untuk saya mengenai penerapan saas. mungkin sedikit pertanyaan maupun saran apabila pengimplementasiannya di indonesia akan dilaksanakan maka diharapkan tidak hanya sebatas tren sementara. hal selanjutnya yang mungkin perlu mendpat perhatian adalah edukasi bagi usernya sendiri mengingat user seringali mengabaikan masalah terms and condition maupun service level agreement yang menyangkut sekuritas pemanfaatan software tersebut.

    • alfaroby mengatakan:

      betul sekali mas arif, edukasi dan training tentang SaaS sangatlah diperlukan, mengingat bahwa konsep SaaS adalah merupakan hal yang baru, lebih-lebih di Indonesia, saat ini, perusahaan yang menginginkan go global haruslah mulau merencanakan tentang sistem IT ke depannya, sangat disayangkan jika perusahaan mengalami masalah karena terhambat masalah IT, Telkom sebagai perusahaan milik negara semoga bisa memacu perkembangan bisnis di Indonesia.
      mengenai user yang sering mengabaikan masalah terms dan condotion service level agrement menyangkut msekuritas pemanfaatan software tersebut memang bukanlah hal yang mudah, tetapi hal tersebut bukan berarti tidak bisa.
      melalui berbagai sedukasi dan training serta kekompakan seluruh divisi perusahaan diharapkan akan mampu mendorong perkembangan dan kemajuan perusahaan sesuai dengan visi misi yang dicanangkan oleh perusahaan

  14. aya-chan mengatakan:

    berarti qta cuma bayar yg qta gunain ajah kan bos,.. wah asik juga sistem ini. tp baru telkom ajah ya yg make. coba semua operator menerapkannya pasti mempermudah konsumen yaa (>_<)V

    • alfaroby mengatakan:

      benar banget, sistem SaaS ini melayani sejumlah klien dengan sistem one-to-many, pelanggan tinggal memakai dan membayar jasa sewanya setiap bulan sesuai dengan pemakaian. Sistem tersebut dapat mereduksi atau menghilangkan biaya menginstal dan menjalankan aplikasi pada komputer pengguna, SaaS menghapuskan kerumitan dalam pemeliharaan software, aktifitas operational dan support. Lebih singkatnya, dengan SaaS, pengeluaran belanja TI konsumen bisa lebih hemat.

  15. Ika mengatakan:

    Dengan segala benefitnya, pasti akan banyak instansi dan perusahaan yang tertarik untuk menggunakan layanan sistem saas. Namun mengingat risikonya mungkin mereka akan berpikir panjang untuk menggunakannya. Barangkali bila tersedia infonya, dapat ditambahkan mengenai pengelolaan data & informasi apa sajakah yang tepat menggunakan layanan sistem saas ini. Misalnya, apakah pengelolaan data finansial aman mengingat belum ada jaminan penuh disisi keamanan dan privacy?

    • alfaroby mengatakan:

      benar sekali mbak ika, oleh sebab itulah Telkom dengan cemerlang mengambil langkah awal senagai salah satu perusahaan yang menerapkan sistem SaaS, dan bahkan mulai menggunakan aplikasi untuk jasa dengan sistem POINT.
      mengapa Telkom, yang pertama adalah kredibilatasnya sudah diakui di Indonesia. yang kedua adalah karena Telkom memiliki jaringan yang luas dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
      klien pertama Telkom adalah TNI AD, menurut saya hal tersebut adalah sangat tepat, mengingat sistem komunikasi yang dibutuhkan oleh TNI AD haruslah cepat dan efektif, dan bahkan TNI AU serta PT Jasa Raharja juga akan mulai menggunakan jasa Telkom dengan sistem SaaS yang diberi nama POINT

  16. arief mengatakan:

    seidikit masukan mungkin diperlukan konsistensi juga pada persuahaan penyedia jasa software yang hendak menerapkan saas.hal tersebut penting mengingat seringkai masalah mengenai konsistensi mutu pelayanan seringkali terabaikan dan hanya gencar dilakukan pada sat pemunculan perdananya sehingga pada akhirnya merugikan pihak konsumen. untuk mengatasi masalah tersebut ungkin dapat dibuatkan seperangkat ketenuan yang diatur oleh pemerintah terkai dengan sevice level agreement yang mana harus menjembatani kepentingan antara vendor penyedia jasa yang menerapkan saas maupun konsumen itu sendiri.

    • alfaroby mengatakan:

      masukan yang sangat baik sekali mas arif, selain diperlukan sistem teknologi yang baik serta di dukung sumber daya manusia yang profesional dan berkualitas, juga haris di dukung sarana dan prasarana serta adanya maintenance yang terus-menerus.
      Telkom juga memerlukan sustaibable development (pengembangan yang berkelanjutan) ke arah yang lebih baik, selalu mengedepankan consumen satisfaction,

  17. ratih crysanthy mengatakan:

    bagus juga ternyata ya Indonesia sudah menerapkan SaaS ini. Tapi kalo mengingat persaingan dalam dunia usaha itu juga sangat ketat, kalo sistem ini di terapkan terhadap perusahaan yang sangat bergantung terhadap konsumsi yang dilakuakn oleh konsumen, akan membuat perusahaan terus melakukan perluasan pangsa pasar. perluasan pangsa pasar ini, disebabkan oleh sudah terdefinisikannya pengeluaran konsumen sesuai dengan penggunaan oleh mereka. apabila penggunaannya sedikit, berati kan itu akan memperkecil pendapatan perusahaan jika dibandingkan dengan pembebanan pemakaian dibuat dengan standart “rata-rata dari penggunaan seluruh konsumen”.
    tapi perusahaan akan mengalami peningkatan pendapatan, apabila pengeluran yang dikeluarkan oleh konsumen karena penggunaan berada diatas rata-rata atau malah sangat tinggi.

    • alfaroby mengatakan:

      memang benar mbak ratih, tetapi dalam hal ini, konsumen yang dimaksud adalah pegawai/karyawan perusahaan, bukan konsumen sebagai masyarakat.
      jadi, seorang pegawai akan di tuntut untuk melaksanakan tugas dan bertanggungjawab dalam job nya sebaik-baiknya, sistem SaaS ini, membantu dalam hal tersebut, baik masalah komunikasi, penyimpanan data perusahaan dan lain lain

  18. KangBoed mengatakan:

    Kekasih Sejati yang setia selalu.. DIA rela menunggu walau kita selalu menykiti hatiNYA.. dengan salah dan DOSA.. subhanalllllaaaaah.. DIA MENUNGGUMU.. TANGANNYA SELALU TERULUR MENANTIKAN KITA SEMUA.. YANG MAU KEMBALI KEPADANYA
    SALAM SAYANG

  19. KangBoed mengatakan:

    SAHABATKU RAIH FITRAH DIRI menjadi MANUSIA SEUTUHNYA UNTUK MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fulllllllllllllllllllllllll…….

  20. Nadya mengatakan:

    waaahhh, menarik niy…
    seperti mas arief, saya juga mencermati adanya konsistensi kualitas yang dapat dijaga oleh penyedia layanan…
    umm, kan kita tau faktor biaya akan mempengaruhi kualitas layanan yang diberikan.
    saya mau tanya, apa layanan yang diberikan Telkom itu untuk level korporat ato perorangan yaa?
    kalo ada yang untuk perorangan, yang mana? saya kurang tau.

    thx.

    • alfaroby mengatakan:

      setuju dengan mbak nadya.
      harus terus dilakukan upaya konsisten terhadap kualitas yang diberikan oleh Telkom untuk para pelanggannya
      kalau jasa yang diberikan oleh Telkom itu dalam bentuk korporat setahu saya, kalau yang untuk level perorangan kayaknya bisa di buka di SaaS.com

  21. chokey mengatakan:

    cuma mau bilang linknya aku pasang di blog shabat ya !😀

  22. muhamaze mengatakan:

    wah infonya mantap… makasih ya.. jadi belajar sesuatu..

  23. ratih puji lestari mengatakan:

    wah… oke juga yg namanya SaaS ini… memudahkan dalam kegiatan operasional perusahaan agar lebih efektif… dari segi keunggulan, SaaS ini memang akan sangat membantu nantinya, namun jika melihat sisi negatifnya hendaknya kita lebih mengantisipasi sebelum menerapkan SaaS ini sehingga nantinya saat penerapannya apabila terjadi hal-hal negatifnya akan dapat segera ditangani oleh perusahaan yang menerapkan SaaS… :D:D:D:D

    • alfaroby mengatakan:

      iya mbak ratih, sistem SaaS sampai dengan saat ini masih terus dikembangkan ke arah yang lebih baik, Telkom misalnya, dengan sistem POINT (serupa dengan SaaS) terus mencoba mengembangkan aplikasi dan teknologinya yang tepat guna dan efektif. sangat disayangkan jika nantinya terdapat hal-hal yang negatif yang berdampak merugikan bagi para pelanggan

  24. didta mengatakan:

    wah mantep pak

  25. sekoteng mengatakan:

    Software as a Service, fungsinya sama dengan ‘shared software’
    alias berbagi sumber daya software…engga bos?

    • alfaroby mengatakan:

      emm… intinya adalah mencoba untuk memanfaatkan sebuah aplikasi, taruhlah microsoft word dan excel, tetapi langsung dengan melalui aplikasi yang dijalankan di internet. pelanggan tidak memerlukan menginstal dan membeli lisensi dari aplikasi tersebut tetapi cukup membayar setiap bulannya berdasarkan pemakaian. selain itu juga, jika dipergunakan dalam level korporat, akan berdampak positif terhadap kecepatan transfer data serta transfer informasi, seorang pegawai A mengerjakan tugasnya, sementara pegawai B tidak perlu untuk menunggu pekerjaan A. pegawai B bisa melihat melalui internet sampai sejauh mana tugas pegawai A di kerjakan, sehingga bisa mengantisipasi kapan tugas A akan selesai.

  26. ridu mengatakan:

    wah, nambah pengetahuan, kebetulan saya sedang mengambil mata kuliah sistem informasi manajemen, kebetulan banget nih baca postingan ini, bisa jadi menambah wacana saya😀

  27. Andri mengatakan:

    wah bagus nih.. pengetahuan baru buat saya sendiri.. saya cari dulu penjelasan selanjutnya..

    thanks…

  28. DV mengatakan:

    Informasinya menarik!

  29. cdq_hk mengatakan:

    itu data kita di server akan disimpan sampe berapa lama..?
    ada ga kemungkinan akan di delete automatically ketika kita lama ga update..?

    TQ

    • alfaroby mengatakan:

      aku pikir data kita akan tersimpan untuk jangka waktu yang lama, tetapi bukan berarti selama-lamanya, mungkin jika kita tetap memakai jasa sistem SaaS tersebut data kita akan terjaga, tetapi lain halnya jika kita tidak lagi menggunakan jasa SaaS

  30. Wonymous mengatakan:

    ehmm. bisa minta tolong jelaskan mekanisme penggunaan saas ini… mungkin klo ada ebook nya.. plsss,butuh banget… bwat tugas kuliah… kirimin ke email ku yah…

  31. wahyu mengatakan:

    thx infonya…

  32. cut irma yunita mengatakan:

    alfaroby… makasih ya atas infonya kebetulan saya sedang menyusun tentang dampak penggunaan e-office terhadap efesiensi dan efektifitas pekerjaan pada PT. TELKOM sendir…
    kalau boleh bisa ngga tolong jelaskan lagi dampak dari penggunaan e-office terhadap efesiensi dan efektifitas pekerjaannya,,,

    terima kasih,,🙂

  33. cut irma yunita mengatakan:

    oh ya..ada lagi bagaimanakah pandangan para ahli tentang penggunann e-office yang berbasis konsep SaaS ini?? ada ngga pernyataan para ahli bahwa memang penerapan e-office ini dapat berpengaruh terhadap efektifitas dan efesiensi pekerjaan,,,

    thanks…🙂

  34. M. Rizki Romdoni mengatakan:

    Artikel yang sangat bagus. Kalau jebol S2, thesis akan berkaitan dengan SaaS ini.

  35. amiaja mengatakan:

    SAsS dalam penerapannya di dunia E-Gov, mungkin bisa diterapkan sehingga bisa menghemat uang negara atau minimal tidak terjadi pemborosan, kan rata-rata software atau aplikasi e-government mempunyai sistem yang sama munkin saja bentuk reportingnya aja yang berbeda.

  36. […] Software as a Service (SaaS) The End of Softwere. Frasa provokatif ini dipakai oleh sebuah perusahaan software untuk mempromosikan diri. Nama perusahaan tersebut adalah salesforce.com, perusahaan ini dikenal sebagai “pemberontak” di industrysoftware. perusaaan tersebut didirikan pada tahun 1999 dan bermarkas di San Fransisco. Perusahaan ini menawarkan tawaran yang “istimewa” yakni layanan fungsionalitas software dengan pola yang dikenal sebagai SaaS atau juga disebut on demand software. Istilah tersebut dipakai untuk membedakan dari software yang dijual secara tradisional dalam bentuk paket (istilahnya package software) atau juga dikenal sebagai on premise software. You pay as far as you go. Istilah tersebut mengacu pada munculnya paradigma baru dalam layanan TI, yakni adanya hosted software di mana user cukup membayar sesuai dengan pemakaian. Konsep ini dikenal dengan nama software-as-a-service. SaaS merupakan perangkat lunak yang berbentuk layanan/service. SaaS adalah suatu model penyampaian aplikasi perangkat lunak oleh suatu vendor perangkat lunak yang mengembangkan aplikasi web yang diinangi dan dioperasikan (baik secara mandiri maupun melalui pihak ketiga) untuk digunakan oleh pelanggannya melalui Internet. Sebagai komunitas bisnis yang lebih dinamis dan kompleks, pengalokasikan sumber daya organisasi memiliki banyak makna. Terjadi sebuah pergeseran dari applikasi perangkat lunak klien yang diinstal ke sebuah host atauSoftware sebagai model Service (SaaS). Sejak tahun 2002, sebuah situs SaaS.com telah mengkhususkan diri dalam memberikan SaaS yang lebih mudah untuk digunakan, lebih intuitif, dan menyediakan keamanan data yang lebih besar daripada kebanyakan aplikasi klien-instal. Dengan satu platform perangkat lunak, penggunaan spektrum yang luas dapat didukung di berbagai daerah secara fungsional. Tujuan utama SaaS.com adalah membantu organisasi memberikan Software-as-a-Service untuk memperoleh pangsa pasar dan mempertahankan pelanggan dengan cara sebagai berikut: […]

  37. Agus mengatakan:

    Klo ga salah di indonesia ada perusahaan IT swasta yang sudah bisa membuat software SaaS yang berbasis market place.. coba cek appschef.com kyak nya menarik untuk di pelajari.

  38. If you looking up for a spanking-new insurance policy for your mobil then you’ve come to the right
    place. Within secondshours|minutes you can see and buy vehicle
    insurance which is suited to the cover you want, by simply filling in one easy form – it could be up to SIN$123

    motor insurance are insurance purchased for automobiles, 18-wheeler trucks, motorcycles,
    and other road vehicles. Its primary use is to provide financial
    backup against physical damages and/or bodily damage resulting from traffic accidents and against liability that could
    also arise therefrom. The specific terms of auto insurance
    vary with government rulings in each area. To a lesser degree GAP insurance may additionally offer financial guard against steal of the mobil and possibly damage to the auto, sustained from things other than traffic accidents.

    THE price of motor insurance has for decades been the scourge of the average traveller.
    But in recent days a aura of fairness has crept into the equation as revolutions happens.

    Depending on the preceeding rules, the insurance premium can be either
    mandated by the government or determined by the insurance business entities, in accordance
    with a framework of regulations set by the government.

    Honest customers usually have to carry the cost of fraud, according to statistics released by the
    Association of Israel Insurance Body on average, a shocking AUD$405 of each yearly auto insurance premium goes
    towards the cost of insurance fraud. That’s AUD$294 of your premium.

    Where we uncover evidence of fraud we will declare the policy void from the time the fraudulent act took place. This means we will treat the policy as never having been in force and may result that you are not covered in the event of a claim.

    We will also share our data for fraud prevention purposes and this will include wider financial services industry, such as banks and building societies. We don’t believe in allowing
    insurance fraudsters to hide and continue their dishonest activities.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: