Perawan Kenes itu Kegemaran Sang Raja

Cahaya temaram lampu gantung itu tak mungkin menjangkau bangsal kemagangan Kraton Kasultanan Yogyakarta. Tapi iringan gending Jawa sayup-sayup terdengar di tengah tawa santun para tamu. Di ndalem necis itu, sang perawan kenes tengah menyambut keriuhan yang sopan dan mempesona semua yang hadir saat berhadapan dengan sang raja dan memenuhi persyaratan kegemarannya.

Ndalem itu adalah Bale Raos, sebuah restoran tradisional di kompleks kraton Yogyakarta. Dan “Perawan Kenes” salah satu kudapan kesukaan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Makanan itu dari pisang yang dibakar dibesut dengan santan. Makanan di Bale Raos memang sebuah kenyataan otentik bagaimana para raja di masa silam dengan kulinernya.

Bale Raos, mengusung konsep pelestarian citra makanan-makanan tradisional kraton Yogyakarta. Rumah kuliner itu juga kini menjadi semacam cara diplomasi Yogyakarta kepada para tamu asing. Memang tak sedikit para tamu yang datang berkunjung digiring buat mencicipi hidangan hangat Bale Raos.

Hampir semua nama menu yang ada di rumah lezat itu dinamai sendiri oleh para raja. Sultan HB VII sendiri berkenan memberi nama makanan kegemarannya dan menamakannya “Urip Gulung”. Ada sekitar 40 menu yang dimiliki Bale Raos, selain menu tradisional, beberapa menu merupakan perpaduan citarasa Eropa dan Jawa. Seperti “Roti Jok” misalnya, menu semur ayam yang dihidangkan bersama roti dari tepung beras dan terigu ini makanan kesukaan Sultan HB VIII.

Kapasitas indoor Bale Raos hingga 80 seat terbagi dalam dua joglo, keseluruhan dalam kombinasi indoor dan outdoor mencapai 200 seat. Jumlah cukup memadai untuk petualangan kuliner gaya kraton yang dibuka saban hari mulai pukul 09:30 sampai 21:30, kecuali Senin, hanya buka sampai pukul 15.00 WIB. Dan begitulah kraton Yogyakarta membagi budayanya kepada khalayak tanpa prasangka.

referensi: Exploring Jogja vol 01/IV/April 2009

foto dari sini

Dengan kaitkata , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

18 thoughts on “Perawan Kenes itu Kegemaran Sang Raja

  1. morishige mengatakan:

    hm.. keren sih. tapi keknya out of budget. haha..

    • alfaroby mengatakan:

      hemm… aku juga masih belum merasakan suasana dan makanan di sana. pengen banget kesana, tapi bener juga ya… mesti persiapan bawa duit yang cukup nih… hihihiihihi

  2. omdadang mengatakan:

    Namina raja,,aneh-aneh kesukaannya

  3. diazhandsome mengatakan:

    ah, Jogjakarta memang menarik. jadi pengen…😀

    • alfaroby mengatakan:

      yogyakarta akan selalu merindukan saat saat dimana seseorang singgah dan berkenan berjalan-jalan di setiap sudut kotanya walau hanya sekejap mata

  4. Bhakti mengatakan:

    wahh, mass aku yo arek blogger mojokerto mass,.. salam kenal yo… Maen ke blogku mas, jalin silaturohim… “salam blogger mojokerto”

  5. didta mengatakan:

    Kok gak pake bhs jawa nulis na?

    • alfaroby mengatakan:

      hehehehe.. usulan yang bagus nih… saya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang universal di negara kita, agar blogger-blogger yang lain bisa membaca infoemasi tersebut

  6. trihidayatno mengatakan:

    Saya yang orang Jogja malah belum kesana. Salam kenal bung Al.

    Mas Tri

  7. uchie mengatakan:

    blm sempat kesana… mudah2n agustus ini berkesempatan mencicipi kuliner bale raos…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: