Human Process Interventions

Individual, interpersonal, and Group Process Approaches

By: Thomas G. Cummings and Cristopher G. Worley (Organization Development Change, Chapter 12)

Organization Process Approaches

By: Thomas G. Cummings and Cristopher G. Worley (Organization Development Change, Chapter 11)

The Team That Wasn’t

By: Suzy Wetlaufer (Harvard Business Review – 1994)

Tujuan yang paling awal dari intervensi OD, yaitu bahwa perubahan program membantu manusia memperoleh kemampuan individual dan pengetahuan (knowledge), kompetensi interpersonal, memecahkan konflik interpersonal kerja, dan mengembangkan grup yang efektif. Pelatihan, training, dan pengembangan intervensi sebagian besar bertujuan untuk individu. Pencarian usaha memperbaiki kompetensi personal merupakan salah satu aspek yang penting dalam progam pengembangan kepemimpinan.

Proses konsultasi digunakan tidak hanya pada arah sasaran menolong grup yang belum efektif, tetapi sebagai alat diagnosis pencapaian pembelajaran group dan memecahkan beberapa persamalahan yang ada serta pengembangan kompetensi dan kedewasaan yang terus menerus. Area yang penting adalah aktifitas yang meliputi komunikasi, peran sebagai anggota tim, memecahkan berbagai persoalan masalah dan norma-norma dalam membuat keputusan, serta kepemimpinan dan kewenangan. Perbedaan dasar antara proses konsultasi dan bentuk intervensi adalah fokus akhir pada penyelewengan fungsi interpersonal pada hubungan sosial antara dua atau lebih individu dalam satu organisasi dan target ke arah penyelesaian konflik langsung antara beberapa individu.

Membangun tim secara langsung diarahkan untuk meningkatkan efektifitas grup dan menata setiap anggota tim kerja secara bersama-sama. Beberapa tim kemungkinan bersifat permanen atau sementara atau tim yang berbentuk tradisional atau virtual, tetapi setiap anggota tim merupakan bagian dari organisasi atau pekerja. Proses yang umum untuk membangun tim, seperti sebuah proses konsultasi, usaha dari tim untuk terus menerus memecahkan persamalahan yang ada.

Terdapat 3 sistem pada proses intervensi, yaitu: konfrontasi pertemuan (meetings), intervensi antar grup, dan intervensi pada grup besar. Konfrontasi pertemuan organisasi adalah suatu cara menyelesaikan sumber masalah organisasi yang nampak relevan dan sedang dihadapai oleh organisasi. Hubungan antar grup dipilih untuk mendesain dan memecahkan berbagai variasi persoalan organisasi. Pada dinamika (kehidupan) grup dapat membentuk isu-isu tertentu dan digunakan untuk proses yang sama yang dipakai untuk mengatasi permasalahan grup pada organisasi. Konflik antar grup dipilih untuk memecahkan metode keterlibatan dan untuk mengurangi konflik ketidakmampuan (dysfunctional) antara grup dan departemen. Konflik dapat terjadi pada situasi dysfunctional pada suatu grup kerja setiap saat. Selain itu, bagaimanapun juga organisasi akan maju ketika memiliki departemen yang secara efektif bersifat independen. Proses intervensi pada grup besar di desain untuk mengfokuskan pada kekuatan dan perhatian  “whole system” (keseluruhan sistem) yang terjadi di organisasi baik pada proses visi, strategi atau budaya. Hal tersebut baik digunakan ketika organisasi memulai dengan perubahan pada usaha skala yang kecil atau menghadapi pada situasi yang baru. Ketiga proses intervensi tersebut merupakan suatu hal yang penting, dihormati sepanjang jaman, dan metode yang sukses untuk memulai perubahan organisasi.

Pada kasus the team that wasn’t, tim tidak memenuhi standar kinerja yang tinggi karena mereka tidak memiliki kompetensi yang khusus dan tidak sejalan. Kompetensi yang bagus adalah dengan cara menggunakan good communication skills (keterampilam berkomunikasi yang baik), adanya teamwork skills (keterampilan bekerja secara tim), pengetahuan masing-masing individu pada bidang fungsionalnya, kecakapan negosisasi atau pencapaian kompromi dan pikiran yang terbuka (open minded) pada setiap anggota organisasi.

Tim ini merupakan jenis tim “ad-hoc” (khusus), karena tim dibentuk untuk menyelesaikan satu proyek dalam waktu singkat. Misi tim tersebut adalah mengembangkan strategi bisnis yang unggul sehingga dapat “menyelamatkan” FireArt, Inc.

Tim ini harusnya memiliki kejelasan tujuan, standar pengukuran yang bagus, tanggungjawab dari setiap anggota organisasi, adanya hadiah (rewards), dan kepercayaan antar anggota. Kejelasan dalam hal ini adalah pada tujuan jangka panjang, tetapi terlalu umum, tidak adanya rasa urgensi yang melekat pada para anggota tim. CEO juga tidak menetapkan dengan jelas mengenai tujuan atau sasaran sebelum proyek dimulai. Standar dalam hal ini adalah pada penyajian temuan-yemuan dalam waktu 6 bulan, tidak ada tujuan/jadwal atau pengukuran keberhasilan/kegagalan yang diberikan, harusnya terdapat beberapa metric untuk menentukan kemajuan terhadap tujuan atau pencapaian misi. Tanggungjawab dalam hal ini adalah Eric mempunyai tanggungjawab penuh untuk tim ini, tetapi dengan cepat kehilangan kontrol karena intrik Randy, selain itu juga kurangnya peran dan keterlibatan dari CEO sebagai pemimpin tertinggi, masing-masing anggota tim tidak merasa terlibat dan memperoleh hasil yang nyata jika proyek ini berhasil, dan masing-masing anggota tim tidak mempunyai akuntabilitas selain melakukan “brainstorming”. Kepercayaan dalam hal ini adalah tidak adanya kepercayaan antara anggota tim, setiap anggota tim berpikir untuk dirinya sendiri.

Eric merupakan pemimpin yang kurang efektif karena terlalu lama menangani isu-isu yang berkembang pada tim (reaktif melawan proaktik), mengatur agenda pertemuan saja tanpa melakukan analisis permasalahan yang timbul, dan hanya bertindak sebagai fasilitator dalam rapat antara pemimpin dan tim. Seharusnya jika menginginkan tim tersebut bekerja dengan efektif, diperlukan kejelasan mengenai standar/metrik dari misi dan tujuan secara keseluruhan, berkomunikasi dengan anggota tim untuk memperoleh kesepahaman, adanya pembagian tugas yang jelas terhadap masing-masing anggota tim, meyakinkan bahwa setiap anggota tim memiliki kesepahaman yang jelas mengenai tanggungjawab mereka, meyakinkan bahwa tidak ada kesuksesan individu jika tidak ada tim sukses, memberikan rewards (hadiah) jika memperoleh keberhasilan, membangun kepercayaan antar anggota tim melalui iklim keterbukaan dan menyampaikan ide atau gagasan tanpa takut untuk ditertawakan dan memastikan agar semua anggota tim ikut berkontribusi.

Pada mulanya kepercayaan baik secara individu dan tim sangat rendah, namun sampai dengan pertemuan yang ke empat kepercayaan mulai terbangun hingga karena sikap dan ego Randy yang mengintimidasi dan menghina menghancurkan kekompakan dan kepercayaan anggota tim.

Dinamika mengenai kepercayaan yang terjadi adalah:

  • Jack Derry (CEO): hanya mempercayaai Randy.
  • Eric (Team Leader): kurang mendapatkan kepercayaan dari anggota tim.
  • Randy: hanya mempercayai dirinya sendiri.
  • Maureen: kurangnya rasa senang terhadap departemennya sendiri.
  • Ray: tidak memiliki rasa percaya diri karena background pendidikannya
  • Carl: orang baru di perusahaan dan tidak tahu siapa yang harus dipercayai.

Randy adalah orang penting dalam perusahaan dan salah satu orang yang dipercayai oleh CEO perusahaan. Tim tidak dapat semena-mena memecatnya begitu saja atau keluar dari tim, karena dengan kecerdasannya dia termasuk salah satu orang yang penting dan dapat membantu kesuksesan proyek. Eric haruslah memahami alasan tindakan Randy, ada kemungkinan bahwa Randy memandang tim ini hanyalah sekelompok pecundang dan merasa bahwa tim ini akan gagal dalam menjalankan proyek ini sehingga secara tidak langsung dia menarik diri dan kurang berminat dalam kesuksesan proyek ini. Randy harusnya diberikan suatu reward (berupa saham kepemilikan perusahaan) agar dia merasa bahwa dia terlibat dalam tim ini dan menginginkan kesuksesan dalam proyek ini.

Eric harusnya sebagai tim leader bersifat tegas dan dengan otoritasnya tersebut bisa memberikan peran kepada Randy sebagai “konsultan” dalam proyek ini, dengan menggunakan kemampuannya untuk mengembangkan penjualan dan strategi pemasaran yang aru serta memberikan ide-ide baru, tetapi Randy tidak secara langsung  ikut terlibat dalam pertemuan kelompok. Usulan dari Randy dapat disampaikan melalu Eric dan akan didiskusikan oleh seluruh anggota tim. Kedepannya, Eric bisa membantu Randy untuk membangun kepercayaan sehingga randy bisa ikut kembali berkontribusi pada pertemuan anggota kelompok (menjadi bagian dari tim).

Dengan kaitkata , , , , , , , , , ,

One thought on “Human Process Interventions

  1. dwi Siamintarsih mengatakan:

    Salam kenal………………komentar menyusul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: