Heritage itu perjalanan Sejarah

Heritage agaknya selalu berdekatan dengan sebuah ikhtiar perlindungan. Sebuah cagar budaya. Yogyakarta bertaburan heritage ini, warisan yang begitu bernilai, peninggalan-peninggalan bersejarah yang mengundang kesadaran untuk merawatnya, melindunginya dan mahal, tapi di sana ada inisiatif tulus. Karena itu sejarah ditempatkan sebagai perjalanan keberadaan berharga dari sebuah bangsa.

kenyataannya hampir 60 persen kawasan di Yogyakarta saat ini merupakan heritage yang kaya. Dan saat heritage ini ditelusur, sejarah Yogyakarta pun membuka. Semua dimulai dari Kotagede, Begitulah, Ki Ageng Pemanahan bersama anaknya, Ngabehi Sutawijaya Loring Pasar mendapatkan hadiah Sultan Pajang Hadiwijaya berupa tanah di hutan Mentaok. Sang Sutawijaya kemudian menjadi penguasa Mataram, bergelar Panembahan Senopati di Kotagede, 1609.

Kotagede sendiri, kawasan di sebelah tenggara pusat kota Yogyakarta itu, kini merupakan kawasan cagar budaya yang telah dicanangkan sebalai living museum. Di tempat itu unsur-unsur budaya dan tradisi masyarakatnya terjaga baik. Berbagai bangunan di sepanjang jalur utama Kotagede lorong-lorong di setiap perkampungannya masih mencitrakan kehidupan tradisi yang sangat terawat.

Setelah perjanjian Giyanti 1755, Pangeran Mangkubumi mendapatkan wilayahnya; Kasultanan Yogyakarta. Sang Pangeran pun menjadi Sultan Hamengku Buwono I, dengan istana, yang kini disebut sebagai pusat bangunan peninggalan bersejarah di Yogyakarta. Hingga sekarang kraton itu menjalankan fungsinya sebagai kediaman Sri Sultan Hamengku Buwono X. Heritage yang terlindung dan terawat baik sepanjang sejarahnya.

referensi: Exploring Jogja Volume: 02/2009

foto dari cooldesak.com dan greenmap.or.id

Dengan kaitkata , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

12 thoughts on “Heritage itu perjalanan Sejarah

  1. morishige mengatakan:

    sebenarnya sejarah merupakan hal yang menarik untuk dipelajari. apalagi sejarah indonesia yang kaya warna. tapi mungkin pendidikan kita kurang memberikan “rangsangan” kepada siswa untuk mempelajari sejarah.
    coba kita flashback ke masa SMA. sebagian besar orangtua pasti ingin anaknya masuk IPA. gengsinya katanya lebih tinggi. bahkan guru-guru kelas 1 di SMA saya dulu juga terkesan menganaktirikan IPS.😦
    jadi ujung-ujungnya orang jadi males mempelajari sejarah.

    • alfaroby mengatakan:

      yap, sebenarnya, sangat sedikit generasi muda kita yang saat ini mau untuk mempelajar lebih jauh tentang kekayaan budaya dan kekayaan cerita di masa lampau tentang kejayaan kerajaan di Nusantara, alangkah baiknya jika pelajaran sejarah tersebut dimulai dari sejak SD atau sejak SMP anak anak sudah di berikan pengetahuan bahwa kita adalah bangsa yang majemuk yang kaya akan keanekaragaman cerita serta budaya yang harus kita lestarikan.

      salam untuk anda yang sedang menunaikan tugas yang mulia

  2. KangBoed mengatakan:

    SALAM CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG ‘TUK SAHABATKU TERSAYANG

    I LOVE YOU FUUUULLLLLLLLLLLLLLLL

  3. diazhandsome mengatakan:

    bogor juga gak kalah heritage-nya… tapi belom dikembangkan dengan serius aja…😀

    • alfaroby mengatakan:

      yap, bahkan bukan saja bogor dan jogja saja, uniknya, hampir di seluruh daerah dan kota mempunyai cerita tersebdiri tentang adat dan budaya, mengenai bagaimana nenek moyang kita dulu, masa kejayaan kerajaan dan bangunan-bangunan peninggalana zaman dahulu yang masih berdiri tegak dan usang oleh dingin dan panasnya jaman,
      mari kita kembangkan dan sebar luaskan, jangan sampai generasi 10 tahun lagi tidak mengenal apa itu budaya Nusantara, a[a itu bahasa daerah kita,

  4. narpen mengatakan:

    yang banyak terjadi, bukan cuma diabaikan, tapi dirusak!
    parah.. membuang sampah sembarangan dan mencoreti situs2 peninggalan sejarah banyak saya dapati dalam perjalanan saya..
    ah, sayang sekali..

    • alfaroby mengatakan:

      banyak pihak pihak baik secara individual atau kelompok yang tidak bertanggungjawab, mereka mencoreti dan mencoba merusak serta banyak situs serta barang barang yang diperjualbelikan, di acuhkan,
      sungguh sayang sekali pikirku, semua peninggalan itu adalah titipan dari masa lampau dan untuk masa depan yang tiada batasnya, yang harus terus kita jaga dan kita lestarikan.

  5. guskar mengatakan:

    pasca gempa kemarin bagaimana nasib heritages tsb mas? saya baca di media, kok banyak yg rusak tsmk bangunan tamansari, kraton dan masjid ki ageng pemanahan(?) di kota gede?

    • alfaroby mengatakan:

      benar sekal, tetapi kebanyakan yang rusak tidak sampai 30 persen dari total heritage yang ada, dan pemerintah jogja dengan sigap langsung menganggarkan dananya untuk perbaikindi sektor tersebut, dan hingga saat ini, heritage tersebut masih terjaga,

  6. ridhobustami mengatakan:

    jangan sampe warisan inih “dijual” oleh tangan tangan jahil seperti stupa stupa di borobudur….

    • alfaroby mengatakan:

      benar sekali, dan hal tersebut bukanlah kewajiban pemerintah dan penjaga keamanan di sana saja, tetapi kita semua bersinergi antara pemerintah dan masayarakat ikut melestarikan dan menjaga adat dan budaya serta peninggalan nenek moyang kita yang kaya akan cerita dan legenda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: