Penjaga Kebudayaan Jawa

Ketika kebudayaan gugup, pada saat kebudayaan terjerembab, manakala kebudayaan tak ditoleh orang, siapa yang menjaga? Adakah yang terenyuh kemudian bergegas menyelamatkannya? Adakah yang tercengang-cengang dan hanya mengelus dada tanpa berbuat apapun? Atau ada yang sejak awal tak sekejap pun terlelap menjaganya. Mungkin. Tapi Van Peursen pernah berkata dengan luhur. Kebudayaan merupakan endapan kegiatan dan karya manusia.

Namun bila kemudian memang mengendap, endapan itu memang panjang, sepanjang sejarah manusia yang berkelok-kelok itu, jatuh bangun, terseok-seok, terpinggirkan jaman, bahkan menjulang di jaman keemasan yang gemuruh. Dan kebudayaan pun, siapa tahu, pernah terjepit oleh desakan kekuatan budaya baru tanpa peduli, atau bersyukur ia bisa bertahan meski dengan tersenggal-senggal.

Kebudayaan Jawa agaknya memang bertahan dengan caranya sendiri, persis sebagaimana kebudayaan lain yang menggapai-gapai di antara ikhtiar survival mereka. Betapa kuat dan ganasnya pengaruh kebudayaan asing merembas dalam keseharian manusia jawa di abad yang riuh teknologi modern dengan seluruh dampaknya itu. Siapa yang masih taat menggunakan unggah-unggah ketika melakukan komunikasi e-mail di dunia maya bernama internet ini?

Mungkin ini hanya sejimpit dari dampak global melesatnya jaman yang makin efisien oleh teknologi. Tapi sejimpit itu membikin pengaruh besar pada kebudayaan manapun, termasuk kebudayaan jawa. Dan bila akhirnya ancaman keterpinggiran kebudayaan Jawa itu muncul, ada kraton Kasultanan Yogyakarta dan Puro Pakualaman lumayan tangguh menjaga kebudayaan selama ini. Kedua pusat kebudayaan Jawa ini hampir tak pernah menidurkan budayanya.

Exploring Jogja, Redaksi

Dengan kaitkata , , , , ,

12 thoughts on “Penjaga Kebudayaan Jawa

  1. buwel mengatakan:

    Mencoba mengunjungi dan betah di sini….heheheehh

  2. guskar mengatakan:

    dan sebenarnya ada banyak blogger yg juga jd penjaga budaya jawa loh mas… tentunya dng cara mereka sendiri

  3. mel mengatakan:

    kebudayaan adalah membentuk jatidiri bangsa..bener ga tuh.
    jd musti di jaga

  4. buwel mengatakan:

    salutt untuk 2 keraton kita…heheheeh

  5. sawali tuhusetya mengatakan:

    meski gerusan budaya global itu demikian kuat, budaya jawa tak akan pernah mati, mas faroby, selama pemangku kebudayaan itu masih ada.

  6. wi3nd mengatakan:

    iyah,yo9ya dan masY jawa pada umumnya masih menja9a kebudayaannya den9an 9i9ih,twothumb..

    smo9a tidak ter9usur dan ter9antikan den9an apapun..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: