Berapakah Nilai Teman anda?

Demi mendapatkan keuntungan sekaligus menambah wawasan, banyak perusahaan bergegas mengurai data baru tentang hubungan online. Periset di IBM dan MIT menemukan bahwa pertemanan digital banyak mengungkapkan informasi mengenai tentang kita sebagai konsumen serta pekerja, dan menguraikan data tersebut memunculkan pemahaman yang menguntungkan.

Mereka juga menemukan bahwa jika teman kita membeli sesuatu, ada kemungkinan di atas rata-rata kalau kita juga akan membelinya. Perusahaan HP dan IBM meneliti hubungan pegawai mereka dengan tujuan untuk mempercepat aliran pengetahuan serta kelahiran ide-ide di dalam perusahaan. Penelitian menyimpulkan bahwa para pegawai yang memiliki komunikasi e-mail lebih erat dengan bos mereka menghasilkan pendapatan bulanan rata-rata $588 lebih besar. Namun tujuannya adalah menyaring pola komunikasi yang berhasil dan meniru hubungan-hubungan yang berguna di seluruh perusahaan.

Jason Calacanis, pendiri mesin pencari Mahalo, membayar Twitter $250.000 guna menaruh akunnya di dalam daftar rekomendasi bagi pengguna layanan tersebut. Ia memperhitungkan rekomendasi akan menghasilkan 5 – 15 juta pengikut baru untuknya dalam dua tahun dan orang sebanyak itu akan tergiring ke situs perusahaannya. Jika 10% mengeklik tautan [ke Mahalo] sebulan sekali, saya akan mendapatkan 1 juta pengunjung setahun dan saya hanya akan menbayar $0,05 untuk seorang pengikut. Perusahaan yang lainnya misalnya maskapai penerbangan JetBlue bisa menawarkan diskon pada 1.000 orang pertama yang merespon dan “tidak akan lagi punya kursi kosong”. Bernardo A Huberman, Direktur Information Dynamics Laboratory di HP, “Nilai sebagian besar informasi telah anjlok ke titik nol. Satu-satunya sumber daya langka adalah perhatian”. Jadi, bagaimana kita mengetahui kemana mengarahnya?

Cara termudah adalah mencari tip dari teman-teman, mereka adalah sumber-sumber terpercaya kita. Paling tidak sebagian kecil dari mereka lebih mengenal kita dibanding perhitungan algoritma apa pun. Secara statistik . orang-orang yang berteman cenderung berperilaku serupa. Para periset di Yahoo menemukan bahwa jika seseorang mengeklik sebuah iklan online, orang terdekat dalam daftar chat-nya, ketika disajikan iklan yang sama, memiliki kemungkinan tiga atau empat kali lebih besar dari rata-rata untuk mengekliknya juga. Itu logis. Orang-orang yang berteman memiliki minat yang sama.

Facebook yang pemasukannya diperkirakan $300 juta tahun ini hanya mendapat nyaris sepuluh sen per bulan per anggota. Jika saja peneliti menemukan dan berhasil melacak jalur pengaruh diantara komunitas-komunitas, perusahaan mungkin dapat menawarkan iklan dan promosi yang lebih efektif dan mendatangkan lebih banyak uang. Langkah awalnya adalah memisahkan teman-teman setiap pengguna menjadi kelompok-kelompok. Penelitian terus dilakukan dengan menentukan seberapa dekat hubungan kita dengan teman-teman kita di internet. Mereka mencari tahu seberapa sering orang-orang mengeklik kabar atau foto dari teman, seberapa sering mereka berkomunikasi, dan apakah komunikasinya berlangsung dua arah.

Sebuah perusahaan di San Fransisco, Repleaf, melakukan kampanye iklan berbasis pertemanan untuk suatu produk perusahaan kartu kredit yang ingin menjual produk bank kepada pelanggan yang sudah ada. Penyesuaian iklan, berdasarkan respons teman-teman, membantu mengangkat rata-rata persentasi klik dari 0,9% menjadi 2,7%. Meski 97,3% orang-orang melewati iklan-iklan itu, persentase klik masih meningkat tiga kali lipat.

Bagi banyak orang, pertanyaan bukannya bukan tentang bagaimana menginterpretasikan data pertemanan, melainkan bagaimana mengelola jejaring ini dan menyesuaikannya dengan karir mereka. Idenya adalah, meski kita kemungkinan besar akan berganti pekerjaan tujuh atau delapan kali selama karir, kita terus membangun jejaring pertemanan yang dapat menopang kita.

Jumlan teman di Facebook, Twitter atau social networking yang lain sangat berpengaruh terhadap marketing perusahaan, seberapa kita dekat dan berhubungan serta bersosialisasi dengan teman teman kita akan mengangkat persentasi klik iklan dari jejaring social network. Bentuk iklan yang paling sesuai adalah iklan dalam bentuk baris seperti google adsense dan bahasa iklan dibuat seringkas mungkin dengan bahasa sesuai dengan karakter pengguna network.

referensi oleh Stephen Baker, Businessweek, edisi 24 Juni 2009

18 thoughts on “Berapakah Nilai Teman anda?

  1. iman brotoseno mengatakan:

    selalu ada down line ya..
    nice postingan

  2. CatatanRudy mengatakan:

    Ternyata pertemanan juga bisa diukur dengan nilai ya? Kyakny emang bener kalo situs jejaring sosial bisa jadi ajang promosi yg bagus…

    • alfaroby mengatakan:

      nilai disini bukanlah masalah uang.. tetapi lebih dari itu… kalau kita bisa menemukan hubungan antara pertemanan dalam situs jejaring social networking, maka iklan di situs tersebut akan dapat maksimal

  3. Yari NK mengatakan:

    Economic value yang ada pada jejaring sosial di internet menurut saya hanyalah bonus. Yang paling utama adalah social value-nya yang tidak bisa dihitung dengan uang. Nah, dalam economic value pada jejaring sosial tersebut belum tentu berbanding lurus dengan banyaknya jumlah ‘downline’ yang kita punya.

  4. syelviapoe3 mengatakan:

    ohm…
    seperti jaring laba-laba yang saling terkait ? *eh..pengasosiasian yang aneh, yak ? he..he..*

    • alfaroby mengatakan:

      bener banget tuh… pertemanan kita bagaikan jaring laba laba yang menyebar luas dan saling terhubung, bahkan terkadang kita tidak menyadari bahwa jaring jaring kita telah mencapai batas yang kita sendiri tidak tahu

  5. Deni mengatakan:

    Untuk teman yang baik, setia, penuh pengertian dan mudah memaafkan saya kasih 100 tanpa diskon.

  6. Bisnis mengatakan:

    ya saya setuju memang tak ternilai harganya sebuah pertemanan

  7. arham blogpreneur mengatakan:

    kalau soal harga data yang anjlok.. saya saran kan anda membaca ‘free’ … cukup banyak diulas disana..

    sebelum melangkah ke bentuk iklan terbaik dan paling reliable dengan local user , bagaimana baiknya membangun networking pada social media ?..mengingat jumlah yang ada semakin banyak

    oia, aku juga baca BW lho…sudah ada rencana mau membuat tentang seputar sosnet juga😀

  8. Thomas mengatakan:

    jalin persahabatan dengan kasih. kasih selalu memberi, tanpa pamrih. ego selalu maunya mengambil untung tidak mau rugi. maka egolah yang menjadi sumber kekacauan/konflik dan sumber kejahatan.

  9. Kemas Rahmat SW mengatakan:

    Sdr Alfaroby : untuk menemukan hubungan antara pertemanan dalam situs jejaring social networking, di dunia psikologi sudah ada social networking analysis….

    Orang2 comp. science / if lalu membuat banyak tools dengan menggunakan teori social networking analysis ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: