91 siswa SMA Kota Mojokerto tidak lulus karena nilai Pelajaran Bahasa Indonesia di bawah 5,5

Dari jumlah peserta UNAS SMA tahun pelajaran 2008/2009 Kota Mojokerto yang terbagi atas 1.500 siswa SMK, 1.802 siswa SMA dan 88 siswa MA. Sebanyak 91 siswa Mojokerto dinyatakan TIDAK LULUS pada Unas tahun ini. 91 siswa Kota Mojokerto tersebut berasal dari 3 Sekolah negeri dan 8 sekolah swasta. (Radar Mojokerto)

91 siswa tersebut tidak dapat memenuhi stadart kelulusan karena rata rata nilai ujian Bahasa Indonesia di bawah 5,5. Mata pelajaran yang dipandang lebih mudah di bandingkan dengan mata pelajaran lainnya, sehingga siswa tersebut dipandang tidak layak untuk mendapatkan ijazah kelulusan SMA. (Radar Mojokerto)

Sebuah realita yang patut kita jadikan wacana. Mata pelajaran Bahasa Indonesia yang sekiranya dijadikan sebagai pelajaran yang membantu dalam menaikkan rata rata UNAS malah menjadi bumerang bagi para siswa.

Apakah anak anak negeri ini sudah melupakan tentang ajaran bagaimana cara berbudi pekerti yang luhur? bagaimana tentang perilaku yang sopan? bagaimana tentang membaca Puisi? bagaimana tentang mengolah Subjek Predikat Objek dan Keterangan (SPOK)? bagaimana mereka mendengarkan apa yang diajarkan oleh guru guru mereka?  atau apakah mereka melupakan dan menyepelekan tentang bahasa mereka sehari hari sendiri?

Saya tidak menyalahkan 91 siswa yang dinyatakan tidak lulus, atau saya juga tidak menyalahkan cara mengajar guru mata kuliah Bahasa Indonesia, atau bahkan saya juga tidak menyalahkan panitia yang mengoreksi mata pelajaran bahasa Indonesia. Tetapi saya mau menilai dan memandang jauh ke depan bagaimana bangsa ini berkembang dan maju jika generasi penerusnya tidak benar benar memahami tentang bangsa dan bahasa mereka sendiri.

Saya juga tidak setuju jika dikatakan bahwa mata pelajaran Bahasa Indonesia dikatakan sebagai mata pelajaran yang mudah. Saya menganggap bahwa semua mata pelajaran memiliki bobot yang sama yang patut untuk di perjuangkan dan patut untuk dipertimbangkan, bukan malah di hiraukan dan terkesan disepelekan.

Semoga 91 siswa tersebut di berikan kesabaran dan dimudahkan jalannya untuk terus berjuang dan meraih impian di masa depan. Pelajaran yang berharga yang bisa kita petik bersama adalah:

“jangan pernah menyepelekan sesuatu yang menurut anda tidak penting, karena kemungkinan dari hal terkecil itulah anda akan dapat mencapai kesuksesan”

referensi : radar mojokerto

Dengan kaitkata , , , , , , , , ,

5 thoughts on “91 siswa SMA Kota Mojokerto tidak lulus karena nilai Pelajaran Bahasa Indonesia di bawah 5,5

  1. arif mengatakan:

    wowow banyak banget yang gak lu2s. masa,gara2 b.indo saja tifdak lu2s. qt kan orang indonesia, kox pelajaran bahasa indonesia saja sampe tidak lu2s???

    • alfaroby mengatakan:

      nah.. itu dia mas yang saya sesalkan, tetapi bukan berarti saya meremehkan pendidikan bahasa Indonesia lho…
      mari kita sama sama membangun negeri ini dengan memulai dari diri kita sendiri… dan semoga nantinya bisa dijadikan sebagai lamdasan untuk membangun negeri ini

  2. morishige mengatakan:

    pelajaran bahasa indonesia memang sering diremehkan, mas. makanaya gak heran kalo banyak yang terlena. takut gak lulus gara-gara matematika, bahasa indonesia diabaikan karena sibuk belajar matematika. tapi ya, gak lulus juga. sayang bener…

    • alfaroby mengatakan:

      nah.. itu dia,,, terlalu meremehkan juga memang tidak baik… kalau udah kejadian kayak gini, sapa yang nyesel coba… semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. jangan pernah meremehkan sesuatu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: