SMA Mojokerto menuju Pendidikan bertaraf Internasional

Bukan sesuatu yang mustahil jika Sekolah Menengah Atas (SMA) di Mojokerto menuju ke jenjang pendidikan bertaraf International. Beberapa sekolah yang memiliki potensi dalam hal tersebut antara lain yakni SMAN 1 Mojokerto, SMAN 2 Mojokerto, SMAN 3 Mojokerto, SMAN Sooko, SMAN Puri, SMAN 1 Mojosari.

Di beberapa kota Besar, misalnya Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta saat ini banyak yang memiliki sekolah pendidikan bertarf International.

Yang jadi pertanyaan adalah apakah sekolah tersebut “benar benar” bertaraf International?

Apakah standart bertaraf international hanya di lihat dari bahasa pembelajaran dengan Bahasa Inggris?

Apakah pengajar dari luar negeri dan biaya sekolah yang mahal merupakan ciri khas SMA bertaraf internasional?

Bagaimana esensi SMA yang bertaraf International?

Ini merupakan Main Problem kita bersama yang patut untuk kita diskusikan, kebanyakan yang ada, beberapa sekolahan menyebutkan diri menjadi sekolah bertaraf internasional dengan asumsi bahwa proses pembelajaran  yang mereka lakukan memakai bahasa Inggris, sementara beberapa yang lain mengatakan bahwa sekolah memiliki fasilitas yang sangat memadai, teknologi yang tinggi dan canggih, dan bahkan beberapa sekolahan yang lain mengatakan bahwa mereka mendapat pengakuan sebagai sekolah bertaraf internasional dari masyarakat sekitar karena melihat lulusan yang ada kebanyakan di terima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang terkemuka.

Apakah hanya dengan gaya proses pembelajaran Bahasa Inggris, Fasilitas dan Teknologi yang canggih, adanya pengakuan merupakan salah satu syarat dalam menuju pendidikan bertaraf internasional?

Bagaimana dengan masalah behavior siswa?, bagaimana dengan proses pembelajaran di kelas?, bagaimana dengan hubungan antara siswa dan pengajar?, bagaimana dengan sistem manajemen sekolah?, bagaimana dengan perilaku pengajar?

Mengenai pertanyaan di atas, merupakan pertanyaan yang harus di jawab bukan dengan bualan balaka, bahkan saya berani mengatakan bahwa sekolah dengan tingkat pendidikan bertaraf internasional tidak harus memakai bahasa pengantar dengan Bahasa Inggris. Tidak hanya di akui oleh masyarakat sekitar saja, tetapi diakui oleh masyarakat internasional dari penjuru dunia.

Sangat di sayangkan jika sekolah SMA dengan visi menuju pendidikan bertaraf  internasional tetapi visi yang di ambil sangat melenceng jauh dari pendidikan bertaraf internasional. SMA di wilayah Mojokerto saat ini banyak yang memiliki visi yakni menuju pendidikan bertaraf internasional sementara hanya ikut ikutan dari sekolah sekolah yang lain, hanya mencontoh “mentah” saja tanpa melihat esensi di balik itu semua.

Bagaimana dengan bentuk tanggungjawab dari pihak sekolah ketika memiliki siswa yang berperilaku menyimpang dari harapan, memiliki fasilitas yang canggih tetapi tidak bisa memanfaatkan dengan maksimal, mengambil pengajar atas dasar pendidikan saja tanpa adanya pengalaman, dan bahkan visi tersebut memiliki tujuan implisit untuk mencari siswa sebanyak banyaknya dan nantinya akan dikenakan tarif sekolah dengan biaya yang mahal.

Mari kita bersama sama saling memonitor dan terus berkarya demi pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik. saya melihat pendidikan di Indonesia lebih khususnya di Mojokerto memiliki potensi ke arah tersebut, bukan satu dua tahun atau lima tahun yang diharapkan dalam visi menuju pendidikan bertaraf internasional , tetapi sustainable development (pengembangan yang berkelanjutan) dengan tujuan mengentaskan kebodohan dan mendidik putera dan puteri bangsa menjadi siswa terpelajar.

16 thoughts on “SMA Mojokerto menuju Pendidikan bertaraf Internasional

  1. morishige mengatakan:

    Waktu SMA dulu, seingat saya, kalo gak les di luar pasti ketinggalan pelajaran. Hampir semua siswa angkatan saya les di luar.
    Ironisnya guru-guru saya nyantai2 aja mendapati kenyataan bahwa muridnya les semua. Les itu kan gara-gara gak paham yang diajarkan di kelas.
    Padahal sekolah saya itu katanya juga internasional…😦

    • alfaroby mengatakan:

      itu dia mas… mari kita sama sama saling bekerjasama dan mendukung dalam dunia pendidikan, semoga pendidikan di indonesia bosa terus berkembang ke arah yang lebih baik. amin

  2. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    saya jadi sedih ketika program RSBI diluncurkan, mas faroby. jujur saja, sekolah bertaraf internasional ini makin menjauhkan anak2 dari akar budaya bangsanya. sesungguhnya taraf internasional itu bukan ditentukan berdasarkan bahasa pengantarnya, melainkan pada roh dan semangat yang berlangsung di dalamnya, sehingga ketika siswa lulus, mereka benar2 bisa berkompetsisi dalam persaingan global. di negeri kita model pendidikan semacam ini kok terkesan latah.

    • alfaroby mengatakan:

      bukan di fokuskan pada sistem pembelajaran dengan bahasa pengantar bahasa Inggris saja. tetapi roh dan semangat yang berlangsung didalamnya. esensinya adalah membuat sistem pembelajaran yang sustainable development (pengembangan yang berkelanjutan)

  3. Yari NK mengatakan:

    Memang betul sekali, sekolah bertaraf internasional sering diidentikkan secara dangkal dengan “Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar”. Memang betul, Bahasa Inggris adalah salah satu faktor yang memegang peranan penting dalam menaikkan mutu pendidikan. Namun bukan sebagai bahasa pengantar TETAPI merupakan alat untuk menggali ilmu lebih dalam lagi !! Andaikan Bahasa Inggris hanya digunakan sebagai pengantar namun siswa tidak dilatih untuk menggali kemampuannya sendiri dengan menggali ilmu sendiri dengan memakai bahasa Inggris yang dikuasainya maka semuanya tentu saja menjadi hampa. Bahasa Inggris bagaimanapun juga tetap penting, namun yang JAUH lebih penting lagi adalah bagaimana memasukkan kualitas internasional di berbagai segi dan mengintegrasikannya ke dalam program2 sekolah yang akan dilaksanakan…….

    • alfaroby mengatakan:

      saya sependapat dengan bung Yari dalam hal ini. Ssensi di balik Standart International adalah bagaimana proses pembelajaran yang di terapkan menganut proses pendidikan seperti negara negara maju di Amerika dan di Eropa… kemudian mengintegrasikan di Indonesia sehingga terbentuklah lulusan siswa yang berprestasi dan cerdas..

  4. Putri mengatakan:

    Bener juga, ya…?
    Standar internasional itu sebenarnya yang seperti apa, ya ?
    Apa ada ketetapan dari DepDikNas, ya ?

    btw…sekolah saya juga katanya bertaraf Internasional…he..he..

    • alfaroby mengatakan:

      nah.. itu dia.. pemerintah lebih khususnya Departemen Pendidikan kayaknya kurang memperhatikan mengenai regiulasi dalam hal ini.. karena yang ditakutkan adalah standart international yang melenceng jauh dari yang diharapkan. sehingga yang ada hanyalah pembohongan publik

  5. BlaGaBloGer mengatakan:

    Iya,, standar yang dipakai dan predikatnya lom seimbang yaaa….

  6. masDan mengatakan:

    Standar Internasional ituh masih rancu menurut sayah …

  7. mascayo mengatakan:

    Malah yang ada di pikiran saya ketika bertemu dengan “Sekolah Internasional” sudah pasti biayanya mahal …
    Hanya khusus untuk kalangan tertentu saja.
    Bagaimana kesan mengenai hasilnya? entahlah …
    saya barangkali lebih respect dengan bahasa seperti taman siswa … taman budi pekerti .. yaah .. yang seperti itulah

    • alfaroby mengatakan:

      padahal menurut pendapat saya, sekolah dengan pendidikan bertaraf internasional tidak harus identik dengan biaya pendidikan yang mahal, harusnya goverment lebih memperhatikan dalam hal ini

  8. wah hebat… selamat ya….Info yang sangat menarik, trim’s. Akan semakin bermutu jika menggunakan software sistem informasi sekolah yang bermutu…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: