Strategi Management “Midas” – Mojokerto

Seperti yang sudah pernah saya bahas sebelumnya dalam artikel di bawah, Midas merupakan perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan lebih mengfokuskan pada bidang Kue. MIDAS beralamatkan  di Miji gang 5 no 22 Kota Mojokerto  Mempunyai satu Outlet (Toko) dan telah berdiri sejak tahun 1990. Kini omset  perbulan rata rata antara 30 – 60- juta rupiah.

kalau boleh saya usulkan kepada pihak MIDAS Corporation, ada beberapa strategi yang mesti diterapkan:

Supplier

Pembelian bahan baku berupa tepung, telur, coklat, semuanya di beli dari perusahaan bahan baku tepung yang ada di Surabaya, denagn memilih kualitas tepung yang terbaik. Strategi yang diterapkan adalah melemahkan bargaining power dari supplier dengan cara melakukan kontrak jangka panjang dengan harga yang telah diatur sebelumnya, kontraknya bisa selama 1 – 2 tahun, dengan menerapkan sistem Just in Time, begitu pemesanan langsung di kirim dalam 1 – 2 hari ke pabrik MIDAS. Strategi ini berguna untuk menanggulangi kenaikan bahan baku produksi kue yang tidak bisa diprediksikan sebelumnya dan sekaligus untuk menjaga distribusi bahan baku tetap berjalan.

Substitusi

Substitusi untuk makanan sejenis kue saya pikir tidak ada, ketika kita mengadakan acara pernikahan, hajatan atau acara yang lainnya, kue merupakan satu hal yang tidak bisa tergantikan dengan makanan yang lainnya, mungkin di dalam cara pernikahan atau hajatan bisa di gantikan oleh parsel atau yang lainnya, tetapi di Mojokerto sendiri, kue merupakan makanan wajib yang mesti disajikan dalam berbagai acara. Disini, peran MIDAS sangat bersar dan memiliki bargaining power substitusi yang rendah.

Buyer

Pihak Midas senantiasa terus menjaga customer satisfaction dan terus menerus mencari new customer. Dengan menerapkan sistem pemberian bonus pada setiap pemesanan bagi para pelanggan lama dan terus melakukan perbaikan pada jenis produknya. membuat berbagai variasi jenis kue yang bermacam macam (economic of scale) Membuat bargaining power buyer menjadi lemah sehingga dalam setiap acara apapun, customer akan membeli produk dari MIDAS.

New Entrant

Pendatang baru dalam dunia yang sama (kue dan makanan) memang silih berganti, mereka rata rata menerapkan sistem dengan mengadopsi sistem sensitive price, persainagn dengan harga yang rendah. Pihak Midas selaku Pioner dan Leader dalam hal ini seharusnya mengambil strategi dengan cara menjaga dan menjalin hubungan dengan  customer satisfaction yang sudah ada. Selain itu juga MIDAS  terus mencari new customer. Terdapat kemungkinan customer MIDAS akan berpindah ke toko/pabrik lain, tetapi customer saat ini sudah pintar dalam memilih dalam hal kualitas dan kuantitas makanan/kue antara produk MIDAS dan produk yang lain yang lebih murah.

Rivalry

Pesaing yang sudah ada saat ini bukanlah menjadi penghalang dan menjadi duri bagi MIDAS, tetapi seharusnya dijadikan acuan dan semangat untuk terus berkarya dan mengembangkan produk demi customer satisfaction. Sampai dengan saat ini, bargaining power rivalry dari MIDAS masih tergolong lemah tetapi bukan berarti menganggap dan meremehkan para pesaing yang lain.

semoga strategi ini bisa dijadian menjadi sebuah saran bagi pihak MIDAS Corporation

17 thoughts on “Strategi Management “Midas” – Mojokerto

  1. morishige mengatakan:

    saya awam ekonomi.. tapi artikelnya menarik..😉

    • alfaroby mengatakan:

      terima kasih, saya juga sedang berencana membuat artikel/tulisan semenarik mungkin dan selain itu juga dapat di pahami oleh orang yang awam dalam hal masalah ekonomi

  2. Deni mengatakan:

    Tuliskan terus kreatifita menulis ini, semoga selalu sukses.

  3. thepenks mengatakan:

    bagus manajemen marketingnya… saya suka pemikiran anda..

  4. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    hmmm …. masukan mas faroby pasti sangat bermanfaat bagi manajemen midas. semoga mereka membacanya, mas. tips2 manajemen yang mencerahkan.

  5. Yari NK mengatakan:

    Hmmm…. sepertinya kalau menjalankan diversifikasi produk, memerlukan sumberdaya yang semakin besar pula, walaupun penambahan bersarnya sumberdaya tidak begitu signifikan. Kalau diversifikasi tidak disertai dengan penambahan jumlah output, biasanya (tidak selamanya) ada resources yang akan ‘menganggur’ pula……

  6. grubik mengatakan:

    ya, sekses buat midas…

  7. masDan mengatakan:

    Tambahan Ilmu, Buat Business Plan sayah , hehehehehe

  8. ervin mengatakan:

    Ok. bgt artikelnya,,bs buat inspirasi.. teruslah berkreasi..

  9. alinurkoesnan Adh mengatakan:

    mohon bimbinganz selalu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: