social perceptions and attributions

orang-dikritik

salah satu hal yang mempengaruhi performa kinerja karyawan adalah persepsi keadilan yang dirasakan oleh karyawan dengan apa yang dia terima, baik dilihat dari perspektif supervisor (pengawas) maupun perspektif dari organisasi (perusahaan).

berdasarkan riset, karyawan yang merasa menerima ketidakadilan dari supervisor ataupun organisasi, akan berpengaruh menurunkan komitmennya terhadap perusahaan maupun interpersonal dengan supervisornya (atasannya), misalnya, alfaroby adalah karyawan di sebuah perusahaan makanan, alfaroby selalu menerima kritikan dan setiap alfaroby melakukan pekerjaan selalu dimarahi oleh supervisornya atau atasannya, entah karena kinerjanya yang tidak bagus, tidak sesuai dengan deadline, ada kesalahan yang lain lain. Padahal, alfaroby sudah merasa bekerja dengan sangat baik dan memiliki komitmen yang kuat dan tinggi kepada perusahaan, dalam hal ini bekerja untuk kesuksesan perusahaan.

Berdasarkan riset, alfaroby akan mempengaruhi terhadap penurunan kinerjanya karena merasa menerima rasa ketidakadilan dari supervisornya, yang berimbas kepada komitmen dia terhadap perusahaan. contoh yang kedua adalah berhubungan dengan prosedur dari perusahaan. kebijakan kebijakan perusahaan dipersepsikan tidak sesuai dan melanggar beberapa hak seeorang karyawan, seperti kebijakan bekerja selama 2 tahun tidak boleh menikah, tidak memperoleh cuti untuk karyawan yang akan menunaikan ibadah haji (41 hari cuti) dan lain lain.

kebijakan perusahaan untuk para karyawan tersebut bisa menurunkan kinerja dan performa seorang karyawan. terkadang juga seseorang yang dekat dengan supervisornya dan “nurut” dengan atasannya sering melakukan pekerjaan (kesuksesan perusahaan) atas dasar rasa “sungkan” atau rasa menghormati supervisornya, sedangkan kurang berkomitmen terhadap perusahaan, karyawan seperti ini biasanya akan di pindah tugaskan atau akan dipindahkan ke supervisor yang selaras, atau “klik” dengan dia.

terkadang juga karyawan merasa komitmennya yang tinggi terhadap perusahaan tanpa memandang siapa supervisor atau atasannya, yang lebih di pentingkan adalah karyawan bekerja dengan maksimal untuk kesuksesan perusahaan. baik ditempatkan pada bagian atau biadang apapun tetapi dia selalu melakukan pekerjaan yang maksimal untuk perusahaan.

persepsi persepsi di atas timbul karena adanya perlakuan yang tidak adil yang dirasakan oleh karyawan, tidak semua kesalahan kinerja karyawan dapat ditentukan oleh sikap keadilan supervisor dan perusahaan, tetapi variabel variabel tingkat keadilan tersebut menjadi salah satu penentu tingkat performa karyawan.

perusahaan seharusnya menerapkan kebijakan kebijakan yang berlaku adil terhadap karyawan dan selalu memperhatikan hubungan antara bawahan (karyawan) dan atasan (supervisor).

4 thoughts on “social perceptions and attributions

  1. Ina mengatakan:

    enakan jadi bos buat diri sendiri.😛
    hehehe….

  2. aku mengatakan:

    love you mase…..hari ne devi capek banget…….dikerjaen tyuz ma kampus.

  3. alfaroby mengatakan:

    @aku = sabar nggeh upa…. orang sabar kan disayang pacar… he he he

  4. risma mengatakan:

    eh… tu kan salah satu yang terpenting
    bagaimana jika salah dua yang terpenting nya adalah reward and punishment
    menurutku nih…
    hal ini isa meningkatkan komittmen karyawan terhadap perusahaan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: