bantuan langsung tunai

aku to the point aja ya….

dana BLT adalah dana Bantuan Langsung Tunai yang diberikan kepada rakyat miskin di seluruh Indonesia yang besarnya Rp. 300.000 yang dibagikan per 3 bulan sekali.

jumlah penduduk yang menerima dana BLT tersebut mencapai ribuan orang yang tersebar ke berbagai daerah. untuk menentukan mana yang berhak menerima dana BLT, menggunakan data kemiskinan tahun 2005 (3 tahun lalu).. apakah ini cukup realistis…?

saling berebutan, bentrok di sana sini, tidak tepatnya pemberian dana BLT, orang datang antri dana BLT dengan naik sepeda motor dan sambil ngirim MMS foto ke temannya, sambil merokok Dji Sam Soe, apakah mereka benar benar orang miskin ataukah orang yang berpura pura miskin.

dana BLT sebesar Rp. 300.000 tersebut apakah benar benar tepat bagi mereka, bukannya malah membuat mereka menjadi manja dan pemalas, apakah bisa dengan dana BLT tersebut membuat usaha kecil, berdagang, atau yang lainnya…?

dan yang paling terbaru adalah pemberian dana BLT untuk MAHASISWA sang pejuang demokrasi, yang mengatas namakan sang pejuang rakyat jelata, pembela kaum rakyat miskin, apakah mereka benar benar sadar akan hal tersebut…?

pemberian dana sebesar Rp. 500.000 per mahasiswa yang akan dibagikan kepada 400.000 mahasiswa yang tersebar di seluruh Indonesia, 100 Perguruan Tinngi Negeri dan lebih dari 27.000 Perguruan Tinggi Swasta. dana tersebut akan di bagikan per semester (6 bulan sekali).

menurut perhitungan kasarku, dana sebesar kurang lebih 200 M tersebut dan di rata rata, ada sebanyak 13 – 18 orang mahasiswa setiap satu Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di seluruh Indonesia… apakah angka tersebuit cukup realistis…?

maaf, bukannya saya menggurui atau sok berpolitik, bahkan juga hanya mengkritiik saja tanpa memberikan solusi. aku berpikir bagaimana jika dana BLT Mahasiswa tersebut digantikan menjadi dana Beasiswa S2 ataukah S3….?

taruhlah seperti ini… bantuan dana BLT akan diberikan kepada mahasiswa yang tidak mampu untuk melanjutkan ke jenjang study S2. jika dana BLT Mahasiswa sebesar 200M, dan rata rata biaya pendidikan S2 dan biaya hidup kurang lebih selama 2 tahun sebesar 50 Juta. maka dana tersebut dapat dibagikan kepada 4000 mahasiswa.

tebak apa yang terjadi dalam 2 tahun mendatang. terdapat kurang lebih 4000 lulusan S2 dengan tingkat keilmuan yang lebih tinggi yang akan menyebar ke berbagai pelosok Indonesia.

bagaimana dengan 4 tahun lagi. 10 tahun lagi… apakah jumlah rakyat yang berpendidikan dan memperoleh tingkat keilmuan yang lebih tinggi ini tidak akan mengubah Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.

ah…. ini hanyalah sebauh perhitungan biasa dan sangat kasar dari seorang yang saat ini tidak bekerja dan masih melanjutkan untuk kuliah…

23 thoughts on “bantuan langsung tunai

  1. ratutebu mengatakan:

    hwalakadahhhh.. repot ngitung…:mrgreen:

    kan udah aku hitungkan… he he

  2. Faradina Aningtias mengatakan:

    BLT itu aku rasa jadi semacam propaganda politik utk kembali meraih popularitas. Minjem peribahasa jaman dulu, dana BLT sebaiknya buat beli alat pancing, bukan buat beli ikan.

    bener bangget tuh… aku setuju.. kalau buat beli ikan terus terus… ntar jadinya manja dan pemalas kan…

  3. steelheart mengatakan:

    “subsidi orang” harusnya bukan cuma dengan uang. tapi bisa lebih bermanfaat kalo subsidinya dalam bentuk pendidikan atw keterampilan yang lebih bermanfaat. disamping tidak mengajarkan orang indonesia menjadi malas.

    bener juga mas… dalam bentuk pendidikan dan ketrampilan kayaknya lebih mengena dan beranfaat apalagi dengan di berikan kredit lunak untuk usaha… kayaknya lebih mengena.. masak kita terus terusin membuat malas bangsa sendiri… sampai kapan

  4. Ifa mengatakan:

    mending dikasih modal usaha ya

    betul tuh

  5. samsul mengatakan:

    membagi dana blt sulit untuk bisa tepat sasaran.
    bangsa kita maunya pembangunan yang bisa langsung kelihatan hasilnya, sedangkan negara yg kuat di segala bidang butuh pondasi yg kokoh. blt bukan pondasi. mental utk maju dan berkembang, ilmu, prasarana yg mencukupi, itu yg seharusnya dibangun. orang lain sdh beranjak maju kita masih ber-benah2, namun belum terlambat utk segra menyusul

    tak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru dan bermanfaat…

  6. sagung mengatakan:

    Aduuuh ……..
    bagi … bagi duwit ni

    ah… pengen juga sih… he he

  7. Abeeayang™ mengatakan:

    sayah mangsih kekeh agar bantuan ituh gak usyah dan digunakan buat subsidi ajah biar naeknyah BBM gak terlalu tinggi gini…. 😦

    BBM di naikkin juga bukan hal yang salah menurutku… akan tetapi harus ada tindak lanjutnya untu mengatasi kemiskinan dan kebodohan serta kemalasan di muka bumi ini

  8. puputs mengatakan:

    ini kan sogokan dari pemerintah, karena BBM naik

    he he he… sadar juga nih…

  9. ridu mengatakan:

    hmm.. pasti mo ngelanjutin ke S2 yah bro.. hehehe..jadi nya mengusulkan buat dialihin ke beasiswa S2 dan S3:mrgreen:

    ya gak gitu… kan cuman usul.. tapi kalu di setujui ya gak pa pa kan… he he

  10. syelviapoe3 mengatakan:

    hem…agak dilematis memang…pemerintah sendiri mengatakan bahwa BLT bukanlah upaya untuk mengentaskan kemiskinan..BLT hanya salah satu cara (setelah yang lain gak ato belum terpikirkan) agar mereka dapat mengatasi kenaikan harga BBM yang gila-gilaan.

    Kok saya kepikiran caranya Pak peraih nobel 2007 yang dari Srilangka, ya…dia memberi pinjaman modal kepada perempuan2 miskin yang kemudian bisa membantu penghasilan keluarganya..Mungkin kita perlu ber-guru sama si Bapak..(aduh..saya lupa namanya…Dulu dia pernah diundang ke Oprah, lho!)

    saya juga pernah mendengar tentang hal teresebut… bantuan kredit lunak bagi keluarga kurang mampu malahan lebih tepat dan efisien bagi negara kita..

  11. cocot ria mengatakan:

    bener bener pembiusan itu dana. rakyat dipermainkan dan dibius.

    sadar juga kan akhirnya.. sampai kapan kita mau dibius terus

  12. wennyaulia mengatakan:

    wah, mas
    sebelum ke s2, s1 nya musti kelar dulu kalo di indonesia
    lha susah juga mo kelar kl kesulitan dalam pembiayaan…
    terus kemerataannya lebih besar kl untuk s1, mas…

    tapi bener juga sih
    kl bisa kasih beasiswa s2 juga lebih bagus😀

    beasiswa ke S1 juga alangkah lebih baik juga… akan tetapi aku lebih memandang ke arah kedepannya.. bayangkan jika 2 tahun ke depan ada sekitar 5000 mahasiswa lulusan S2 dengan tingkat keilmuan yang lebih tinggi… dan bayangkan jika 5 tahun sampai 10 tahun ke depan… bisa bisa menjadi negara berpendidikan.. amin

  13. RhyzQ mengatakan:

    ya.. ya.. solusi yg tidak cerdas ini masih saja digunakan oleh pemerintah. padahal sejak pertama kali dikeluarkan program ini sudah menimbulkan banyak masalah.

    bener tuh… masalahnya malah semakin rumit…kiok ya tetap di lanjutin terus sih..

  14. temukul mengatakan:

    Saat pemerintah dituntut untuk memberikan aksi yang sesegera mungkin setelah membuat sebuah kebijakan yang tidak populer (minjem istilah Bu mentri Keuangan), BLT-lah yang paling terlihat ‘nyata’. Nolong banget ???? Mari kita sama-sama amati.

    akan tetapi tidak tepat sasaran mas… kalau kita cermati lebih dalem… kayaknya pemerintah malahan membuat rakyat menjadi malas dan tidak mandiri

  15. Yari NK mengatakan:

    Hehehe…. begitulah….. itu baru sebagian masalah2 yang ada dalam pembagian BLT……Social cost yang ditimbulkan juga sangat tinggi…. mungkin jikalau ditambah hidden dan social cost, sistem pembagian dana BLT ini jauh lebih membebani negara dibandingkan subsidi BBM-nya sendiri……

    Belum lagi nanti kalau Tarif Dasar Listrik PLN ikut naik yang cuma tinggal tunggu waktu saja. PLN kini tengah menunggu gonjang ganjing protes kenaikan BBM surut, lantas ia akan ikut2an menaikan tarif dasar listriknya. Di sini bakal lebih parah lagi, semua kenaikan kebutuhan bisa lebih dari Rp. 300 ribu per 3 bulan jauh di atas BLT-nya yang diterima!😦

    MasyaAllah… kalau begitu akan semakin parah dong pak… kalau semua kebutuha ikut naik… mau jadi apa rakyat kita.. bukannya malah menjadi anarkhis…

  16. julfan mengatakan:

    DANA BLT, siapa takut?

    ha ha ha… ya gak ada yang takut lah…

  17. missglasses mengatakan:

    “orang datang antri dana BLT dengan naik sepeda motor dan sambil ngirim MMS foto ke temannya, sambil merokok Dji Sam Soe..”

    ini mah sok miskin mas😛

    he he.. tapi kenyataannya emang begitu kok

  18. rudyhilkya mengatakan:

    memeriahkan suasana dengan asal ngasi duit ….

    bukan memeriahkan… tetapi membuat kesengsaraan

  19. kakanda mengatakan:

    rakyatnya sih yang masih suka “dibohongin”

    makanya… masak harius terus terusan seperti itu sih…

  20. t4rum4 mengatakan:

    Mudah2an pas aq kuliah tahun 2008 bsa lancar… Amin -_-

    makasih atas doanya…. mudah mudahan anda juga di lancarkan segala usahanya… amin

  21. Okto Silaban mengatakan:

    Saya siap disogok.. He..he..he

    ini nih…. yang harus di basmi … he he

  22. herman mengatakan:

    kebanyakan yang bersuara di blog ini adalah orang yang berpunya yang melihat kecil uang seratus ribu untuk satu kk, tapi hai orang yang terdidik mari kita berhitung kalilah seratus ribu itu dengan jumlah penerimanya maka akan ada dana 14 trilyun rupiah yang langsung di terima rakyat melata, dan itu berarti mereka bisa berenang dengan realita tidak dengan curiga saja, mari kita bangun bangsa ini dengan kebersamaan, rakyat melat jauh lebih pintar kok mereka tahu siapa yang mau dipilih dalam pemilu

  23. Pembokat mengatakan:

    Pebokatku asal desa Dukuh Badak, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes.
    Bapaknya doi, kalau terima BLT Rp300.000,- dipaksa nyumbang RT Rp100.000,- ke RTnya
    katanya utk perbaikin jembatan dan jalan. Ini RTnya yg namanya Drajat saja sudah jadi maling apalagi Bupatinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: