nasib bumi

saat ini, tanggal 3 Desember 2007, tepatya di Bali International Convention Center (BICC), nasib bumi sedang dirapatkan oleh perwakilan negara negara anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dengan tema “Konferensi Perubahan Iklim” (UN Climate Change Conference).

rencananya, pertemuan tersebut akan berlangsung mulai tanggal 3 – 14 Desember 2007, dan pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan keputusan tentang adanya kerjasama untuk saling melestarikan lingkungan hidup di seluruh dunia. aku pikir itu sebuah rencana yang spektakuler. Bayangkan saja, pertemuan tersebut dihadiri kurang lebih 15.000 perwakilan dari negara negara di seluruh dunia. Indonesia bahkan mengirimkan 78 delegasinya untuk ajang pertemuan tersebut.

yang menarik disini adalah, mengenai pelestarian lingkungan hidup. seperti kita ketahui, aku tidak terlalu muluk muluk membicarakan tentang hal hal yang terlalu ilmiah atau mungkin juga politis. aku disini akan mengajak anda untuk mengenal lingkungan “kita”. mengenal tentang sesuatu yang ada disekitar kita.

pertama adalah kendaraan, sepeda motor, mobil. kita tahu bahwa bahan bakar kendaraan tersebut adalah menggunakan bahan bakar bensin, dan kita juga sangat tahu bahwa gas yang dikeluarkan hasil proses pembakaran pada mesin kendaraan bermotor tersebut mengandung gas Carbon Dioksida yang mana kita benar benar sangat tahu kalau gas tersebut adalah salah satu bentuk pencemaran lingkungan yang akhirnya ujung ujungnya dapat merusak sistem kestabilan bumi. rusaknya ozon pelapis untuk sinar matahari yang panas, berubahnya dan tidak menentunya iklim dan curah hujan, serta dapat menyebabkan kanker kulit.

aku sendiri memakai kendaraan sepeda motor, aku tidak menyangkal jika aku sendiri termasuk salah satu manusia yang ikut mengsukseskan ketidak stabilan dari bumi. secara tidak langsung dan pelan-pelan, aku telah ikut menyelenggarakan gerakan pengrusakan lingkungan hidup. aku sadar itu.

tapi dilain pihak, beberapa perusahaan, pabrik dan efek rumah kaca, terus berlomba lomba menbangun dan mengembangkan perusahaan, bangunan “berkaca” ke arah yang lebih luas dan kompleks, ini berarti secara langsung dan terang terangan mempromosikan dan mancanangkan program “pengrusakan” bumi secara cepat dan tepat serta efisien.

apakah hal tersebut masih bisa ditoleran. apakah kita hanya bisa diam dan melihat perlahan lahan iklim yang semakin memburuk ini, ataukah kita hanya cukup mendengarkan dan memperbincangkan hal tersebut di forum forum resmi, kemudian pulang dan tidur dengan “nyenyaknya”. atau bisa juga kita berdemo di gedung DPR memperjuangkan Nasib Bumi kemudian rapat selesai dan tidak terjadi “apa apa”.

satu hal yang pasti, bumi ini semakin lama akan semakin memburuk, penebangan hutan liar yang sampai dengan detik ini aku menulis di depan layar monitor, sedangkan di ujung Kalimantan seseorang yang “berkeringat” sedang menebang salah satu pohon di area bertuliskan “dilarang menebang pohon di sini” ataukah mungkin juga beberapa insinyur yang sedang melakukan rapat di ruang ber AC untuk membicarakan bangunan “termegah” dengan bahan kaca. mungkin juga seseorang disana sedang “asik asiknya ” menghitung beratus ratus juta hasil dari penyelewengan dana perusahaan pabrik pengolah limbah industri yang membuang hasil limbahnya di sungai.

sampai kapan hal tersebut akan terus berlanjut, apakah sampai bumi ini benar benar sudah rusak, sudah parah, baru kita menyadari akan kekeliruan kita, ataukah sampai dengan terjadinya bencana besar yakni kiamat.

anda lebih tahu itu….?

2 thoughts on “nasib bumi

  1. aniqoh mengatakan:

    pelestarian lingkungan memang sangat perlu untuk kelangsungan hidup dan demi kenyamanan makhluk yang ada diatasnya, bahkan kalo perlu ada peraturan dan tindakan tegas dari para pejabat tinggi negara, bukan malah sebaliknya,mereka yang malah seenaknya menggunakan fasilitas dan kemewahan hidup seenaknya, tanpa memperhatikan efek bagi lingkungan s ekitar.
    Ramah lingkungan adalah merupakan salah satu cara untuk mengatasi pemanasan global saat, sehingga perlu sekali adanya sosialisasi yang lebih intensif dan menyeluruh ke semua lapisan masyarakat.
    termasuk tindakan yang cepat dan tepat oleh pejabat dan aparat untuk menjadi teladan bagi masyarakat.

  2. alfaroby mengatakan:

    @aqiqoh : alfaroby sangat setuju dengan masalah pelestarian lingkungan hidup yang anda kemukakan. menurut alfaroby, mari kitra mulai dari diri kita sendiri dulu, bagaimana cara kita dalam menggunakan motor untuk bepergian padahal jaraknya dekat, bagaimana cara kita membuang sampah, bagaimana cara kita tidak mengindahkan tanaman tanaman di sekitar kita, mari mulai dari diri sendiri dulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: