masjid nabawi

teringat 1 tahun kemarin, tepatnya 9 desember 2006, untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di tanah yan asing, sebuah tanah yang seumur umur baru pertama kali aku kesana. madinah.perjalanan dengan pesawat arabia airline selama 9,5 jam dari embarkasi Surabaya. aku menginjakkan kaki dan kemudian aku bersujud, saat itu jam tangan menunjukkan pukul 7.30 malam waktu Madinah. Maha Besar Allah atas segala ciptaanNya.

perjalanan dari bandara sampai dengan maktab (hotel) kurang lebih 20 menit, di akhir perjalanan saat itu , dadaku berdebar kencang dan sekujur tubuhku menggigil, aku melihat sebuah tiang menjulang tinggi dengan beragam lampu, aku melihat sebuah bangunan megah, sebuah lampu lampu yang menerangi bangunan tersebut dengan sangat indahnya, seolah olah bangunan tersebut adalah sebuah istana raja, aku melihat berbagai pintu pintu besar yang besar dan tinggi yang berukirkan kata kata indah. aku melihat Masjid Nabawi.

masjid Nabawi memiliki luas kurang lebih 4 – 6 kali dari luas lapangan bola, memiliki hampir sekitar 1000 kran untuk berwudhu. dan yang paling unik adalah, tempat wudhu tersebut berada di bawah halaman Masjid Nabawi dengan 4 tingkat kebawah. di sebelah tempat wudhu juga terdapat tempat parkir mobil.

berbeda dengan Masjidil Haram di Makkah yang bisa diakses para jamaah selama 24 jam. pada Masjid Nabawi, jamaah boleh memasuki masjid pada mulai pukul 3 dini hari sampai dengan pukul 10 malam, jam selebihnya dipergunakan oleh takmir masjid untuk membersihkan dan mengisi galon galon air di sekitar area ruangan masjid dengan air zam zam yang dibawa dari Makkah.

perbedaan yang paling mencolok adalah ketika memasuki waktu shalat berjamaah. biasanya aku di Indonesia atau mungkin juga kebanyakan para jamaah, akan datang ke masjid 5 – 10 menit sebelum adzan berkumandang atau mungkin juga pada saat adzan berkumandang, bahkan terkadang aku sendiri datang ke masjid pada saat qomat berkumandang. akan tetapi di Madinah, hal tersebut tidak berlaku, waktu shalat subuh biasanya pukul 6 pagi, akan tetapi para jamaah biasanya berangkat pukul 3 dini hari,. Waktu shalat dhuhur pukul 12 siang, aku biasanya berangkat pukul 10 pagi. Waktu shalat asar pukul 3 sore, aku berangkat pukul 1.30 siang dan waktu shalat maghrib pukul 6 sore, aku berangkat pukul 4.30 sore dan menunggu di dalam masjid hingga waktu shalat isya.

aku tidak mau dikatakan sombong atau dikatakan seorang muslim yang fanatik atau seseorang yang berlebihan, tetapi hal tersebut bukan saja aku sendiri yang melakukannya, hampir 90 persen para jamaah haji melakukan seperti apa yang aku lakukan. para jamaah berbondong bondong merebut posisi shof terdepan dalam melaksanakan jamaah shlat fardhu, kita berebut dengan hampir 1,5 juta orang di seluruh dunia.

est6228.jpg  est6113.jpg

sebuah masjid terindah dan termegah serta terbesar yang pernah aku lihat. memiliki hampir 50 buah pintu masuk. Masjid Nabawi berlantai dua lantai, pada lantai atas jarang dikunjungi oleh para jamaah, kecuali pada hari jumat untuk menunaikan ibadah shalat jumat. Lantai 2 pada Masjid Nabawi hanya diperuntukkan bagi jamaah laki laki, jamaah perempuan menempati lantai pertama. terdapat sekat pemisah antara jamaah laki laki dan perempuan. aku pernah 3 kali shalat pada lantai 2, sungguh menakjubkan pikirku, sebuah langit yang luas terbentang tepat diatas kepalaku. anda jangan menghawatirkan dengan masalah panas dan terik matahari yang menyengat tubuh anda. anda akan merasa bahwa waktu siang adalah waktu paling enak dalam 24 jam. bayangin aja, waktu siang biasanya berada pada suhu sekitara 20 -25 derajat (dibawah suhu kamar) sedangkan di waktu sore biasanya pada suhu 15 – 20 derajat. bahkan ketika malam hari menjelang 1/3 malam yang terakhir. sekitar 10 – 15 derajat. bahkan akau sempat berada pada titik terdingin sebesar 4 derajat. bibir ini terasa pecah pecah dan kaki terkadang juga berdarah karena menahan rasa dingin. jangan khawatirkan hal tersebut. semua tempat wudhu masjin Nabaw memakai iar hangat kok

est6305.jpg est6316.jpg

yang paling unik adalah, di dalam masjid terdapat sebuah ruangan yang beratapkan seperti sebuah payung yang besar,konon menurut ceritnya, dahulu terdapat arsitek Eropa yang sangat pintar, yang kemudian masuk agama Islam dan kemudian membuat ide untuk membangun sebuah “payung” yang bisa membuka dan menutup. biasanya, “payung tersebut akan “menutup” pada saat akan dilaksanakan shalat wajib berjamaah, sedangkan setelah itu, payung tersebut akan membuka. selai disain payung yang futuristik juga terdapt sebuah kubah yang dapat membuka dan menutup dengan bergeser ke kiri dan ke kanan. prinsip kerja membuka dan menutup sama dengan prinsip kerja pada “payung”

est6220.jpg est6357.jpg

shalat jamah disana, seakan akan anda akan mendengarkan sebuah lagu mp3 ayat alquran, akan menutup mata dan yang terdengar adalah suara lantunan dari imam yang sedang membacakan surat al fatihah dengan sangat indah dan merdu. kita seakan akan mendengar sebuah rekaman kaset atau file mp3 yang biasanya berada pada komputer di kamar kita. anda mungkin berpikir bahwa shalat berjamaah di Masjid Nabawi memakan waktu yang lama, padahal menurutku, shalat jamaah disana hampir sama dengan shalat jamaah yang ada di Indonesia, sekitar membutuhkan waktu 10 – 15 menit

dan langsung dan dari sekian banyak keindahan dari masjid nabawi, satu hal yang sampai dengan detik ini masih tersimpan rapi dalam memori otakku, makam Nabi Muhammad yang terletak pada sebuah bangunan dekat tempat imam masjid. sebuah masjid lama yang memiliki kubah berwarna Hijau. Nabi Muhammad, Abu Bakar As Sidiq dan Umar bin Khottob dimakamkan sana

est6292.jpg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: