cinta mengalahkan logika

wah wah wah…

nih dia jamannya para muda mudi yang sedang dimabuk asmara, bagaimana tidak, bayangkan aja. dunia seperti milik dunia, tahi ayam terasa seperti sambal tomat, he he he

tapi. itulah mekanisme kejadian yang sering terluhat berlalu lalang didepanku, bukan hanya dia, atau dia dan dia. tapi kerap kali beberapa orang yang melintas secara cepat didepanku juga tak jauh berbeda dengan mereka.

dalam cinta, seakan akan kita terbawa suasana surga dunia, bermesraan (tiiittt), saling sayang dan menyayangi, dimanja dan saling memanjakan, suka duka bersama, jalan berdua di keramaian kota, memandangi alam ciptaan Tuhan dari sudut pandang yang berbeda, bergandengan tangan, bahkan sampai dengan menuju kejenjang yang lebih tinggi (pernikahan)

suasana tersebut membuat kita terlena akan perih dan sengsaranya hidup, keringat yang membasahi tubuh kita, seakan akan hilang ketika melihat senyum manis dia, beban berat dan masalah tak kunjung selesai seakan akan musnah ditelan bumi entah kemana ketika dia mulai manja dan sedikit menggoda.

bagaimana sekarang dengan logika, karena banyak diantara kejadian tersebut akhirnya berpisah atau bertengkar dengan orang tuanya sendiri, padahal orang tua tersebut kan membesarkan kita selama 22 tahun, sedangkan doi baru megenal kita 22 hari, pantaskah imbalan tersebut, tidak kan….

bagaimana logika dapat berjalan, ketika acara keluarga berantakan gara gara doi minta dijemput, atau datang terlambat dan lupa beli kado acara Ulang Tahun sahabat dari kecil, bertengkar hebat dengan temen dekat gara gara kita salah sangka (cemburu buta), atau kita terlalu posesif terhadap pasangan kita, terlalu mengekang pergaulan dia atau terkadang suka mengatur atur hidup kita.

nah,,,,, udah jelas kan diatas, bagaimana sih ketika dilanda asmara, kok tiba tiba logika pikiran kita terbuang jauh sih, yang ada hanya cinta cinta dan sekali lagi cinta. apakah itu benar.

kita seakan akan kok semakin lama terlena denga buaian nafsu dunia yang hanya sementara ini sih, OK lah, memang itu masuk dalam katagori manusia sewajarnya, tapi yang jadi pertanyaan apakah sampai sebegitunya, apakah hal tersebut wajar. tentu tidak kan

terus enaknya kita pacaran atau mending tidak ya

nah, itu dia, disini bergejolak antara logika dan perasaan, saling haang menghalangi dan saling tumpah tindih, pikiran jadi berat, timbul rasa bersalah dan perasaan perasaan dan pikiran pikiran yang lama lama malahan membat kita stess

tapi inilah hidup, sebuah cerita kisah tentang perjalanan indah.

renungkan sendiri ya….

2 thoughts on “cinta mengalahkan logika

  1. door mengatakan:

    setuju, emank bener…

  2. alfaroby mengatakan:

    emank benar apanya dulu nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: