gunung bromo

Kami sengaja tidur lebih cepat dari pada biasanya,

Plannig kami besok adalah kereasi, sebuah tempat nan indag can menawan

Gunung bromo

Sekitar perjalanan 2 jam dengan menggunakan si kharisma dan si supra x kesayangan

Pagi itu sepeti biasanya,

Aku yang paling bangun lebih cepat dari yang lain, entah kenapa, kalau jam alrm HP untuk berbunyi dan bunyinya khas lho, suara ayam berkokok pasti aku segera bangun

Atau kalau nggak kedengaran ya mungkin aku masih tidur

Junaidi itu kalau bangun lumayan agak rewel lho teman teman,

Mesti beberapa kali dan agak sedikit kasar,

Maklum lah, dia sudah lama merasakan pahit dan getirnya kehidupan di dunia ini

Lebih dari 20 tahun dia berpetualang mencari kehidupan yang hakiki atau kalau aku boleh bilang mencari jati diri dia yang sebenarnya

Seperti biasanya, seksi memasak adalah si junaidi dan si meti, dan aku seksi bersih bersih segalanya

Mulai dari mencuci segala sesuatu yang mesti dicuci sampai dengan merapikan segala sesuatu yang mesti dirapikan adalah sebuah tugas mulia menurutku, bukannya aku gak bisa bantu sedikit sedikit memasak emang pada dasarnya aku tidak bisa memasak

Sejak kecil aku ama keluargaku emang tidak diajarkan untuk memasak

Entah apa gerangan yang diinginkan oleh abah ummi’ku

Tapi aku tidak menyesal karena saat ini aku bisa belajar banyak dari mereka tentang sesuatu yang bisa dimasak dan sesuatu yang tidak bisa di masak.

Kami selesai makan sekitar pukul 7.30 am, kami pun bergantian untuk mandi

Sekitar pukul 9.00 pm kami mulai menancapkan gas tanda di mulainya perjalanan panjang dan mengasikkan telah dimulai

Dalam perjalanan tersebut kami sangat menikmatinya, bayagin aja men, perjalanan tersebut selain pemandangan yang sangat rupawan juga hawa yang keluar bak lemari es frezzer, dingin buanget ditambah lagi setengan perjalanan kami harus meneduhkan badan karena dirasa hujan air tersebut semakin lama semakin tidak mufakat,

Ibu suprihati nama penjual warung tersebut, bersama bapak hasan yang saat itu sedang kebetulan berada di warung tersebut,

Kopi khas bromo bersama dengan mie goreng sedaap menjadi sedikit terasa perjalanan kami begitu nikmat

Hujan rintik rintik yang tak kunjung reda itu membuat suasana di dalam kubuk 3 x 3 meter terasa begitu hangat,

Ada manusia 5 perkara yang berada disana,

Obrolan obrolan hangat silih berganti yang keluar dari mulut mungil kami saat itu sungguh merupakan pemandangan yang tidak akan terlupakan, sedikit kejenakaan yang dibuat oleh junaidi atau meti dan terkadang oleh aku sendiri tersebut bisa membuat gelak tawa seisi gubuk tersebut menjadi lebih ramai.

Ada aja masalah,

Atau itu yang membuat cerita ini bisa semakin berkembang

Ban si kharisma akhirnya meletus juga,

Kami silih berganti menuntun si kharisma menuju tempat tambal ban kira kira 1 km,

Dan jalanannya lumayan naik sih atau kalau boleh jujur jalanannya sangat naik buanget,

Capek deh

Tapi itulah kenangannya

Allah terkadang membuat sesuatu agar kita bisa mencari pemahaman akan kebesaranNya

Pak karlan namanya, status udah menikah (mungkin) berumur kira kira 40 tahunan dan bekerja sebagai tukang kebun SD di daerah bromo

Orangnya lumayan menarik dan asik di ajak ngobrol, kami sempat berbicara banyak hal mengenai kehidupan pak karlan dan kehidupan kami sendiri.

Perjalananpun akhirnya berlanjut juga, kira kira 1 jam kemudian kami telah mengakhiri perjalanan panjang kami

Sebuah tempat yang kalau aku boleh jujur tak akan terlupakan oleh memory otak kananku

Bayangin men, suasana saat itu dingin dan berkabut ditambah hujan rintik rintik menambah keindahan panorama kawah gunung bromo

Sepanjang yang kami lihat, hanya Allah sajalah yang dapat menciptakan panorama seindah itu,

Ada sekitar 3 gunung yang menjulang tinggi

Gonong bromo, gunung batok, gunung no name (maafa kami lupa)

Perjalanan menuju gunung tersebut adalah menuruni sebuah lereng yang lumayan terjal dan sedikit ekstrim, tetapi semua itu kami lakukan hanya lah ingin melihat keindahan alam ciptaan Allah dengan sudut pandang yang berbeda,

Pasir dan bebatuan kecil kecil yang ada diu sekelilig kami,

Kira kira 1 km kami naik bis menuju ke bawah daerah sekitar kawah gunung tersebut,

Menaiki sebuah hewan yang seumur umur aku belum pernah naik, kuda namanya

Yang au naiki kira kira berumur 1 tahun semenjak kelahirannya

Sungguh bertambah pengalaman yang tlah lalui selama perjalanan ini

15 menit kemudian sampailah kami di depan lereng gunung bromo, kami harus mau tak mau melerawati dan menaiki sebiah tangga setinggi 248 anak tangga,

capek deh

mungkin itu aja yang sering terutarakan dari mulut mungil kami bertiga.

Tapi perjuangan itu tidak sia sia men,

Dari atas puncak kawah gunung bromo tersebut kami bisa melihat kawah yang masih aktif dan masih mengeluarkan sebuah asap belerang warna putih,

Kami sempat berfoto foto ria dan menampilkan ekspresi termenarik mungkin, wajar saja, kami memang memanfaatkan waktu dengan sebaik baiknya,

Saat itu kami bisa melihat sekeliling dengan panorama yang sungguh menakjubkan, emnag sih biasanya orang akan berbondong bondong untuk melihat matahari terbit, karena konon katanya akan terlihat dan sangat indah dan cantik, akan tetapi semua itu adalah hal yang wajar, karena kami saat melihat dalam posisi sore hari sudag terlihat nampak indah, apalagi jika kami dapat merasakan hangatnya matahari pagi di punjak bromo,

Wauow, sungguh cantik.

saat itu waktu menunjukkan pukul 4 sore, kami bergegas menuju anak tangga untuk turun, kami tidak berjalan men, tapi menaiki seekor kuda, nampak anggun dan berwibawa lho, bahkan kelihatan lebih hidup,

perjalanan pulang pun akhirnya dibarengi dengan keadaan hati yang bahagia, coba saja deh kalau gak percaya, kalian kesana, pasti asik

MES, Paiton, kamar tidur ruangan depan, 10.45 pm by Rizqy Sultan Alfaroby

2 thoughts on “gunung bromo

  1. aku!!! mengatakan:

    ngapusi.

  2. alfaroby mengatakan:

    untuk “aku”

    oke deh, anda bisa tidak percaya pada saya,
    akan tetapi anda haus percaya pada setiap detil kejadiannya.
    OK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: