hobiku

nasi pecel dan telur dadar adalah “is the best”

dimanapun warungnya yang penting menu makanan harus ada kata tersirat “pecel”, tapi kalau gak ada ya udah gak pa pa

entah sejak kapan dunia sepak bola telah menghigapiku.

dari mulai SD, SMP, SMA, hingga di bangku Kuliah sampai saat ini, enrah udah berapa banyak klub klub “kelas” yang aku ikuti.

sebut saja

Klub SD “kelas 6”

Klub SMP “kelas A”

Klub SMA “kelas I.5”

Klub SMA “kelas II.2”

Klub SMA “kelas IPA 2”

Klub “Epifoc”

silih berganti aku mengarungi samudra kehidupan klub klub di atas.

satu yang aku “istiqomah”

posisi “bek kiri” menjadi andalanku

tapi kalian salah kalau mengartikan tendangan kiri ku sebagus “Rnaldinho”. malahan menendang bola dengan kaki kiri merupakan hal yang tidak wajib bagiku.

bayangkan aja, setiap menendang dengan kaki kiri, pasti

1. bola kejauhan

2. bola keluar lapangan

3. bola kena lawan

4. bola tidak kena

5. gol bunuh diri.

Ya Allah, berikan kemampuan pada kaki kiriku. Amin

istiqomah dalam bek kiri tersebut membuat aku terpercaya menjadi “sang penjaga” atau terkadang anak anak menyebut aku sebagai “si Banteng Jawa”

entah karena diriku terkenal atau karena ke “ngawuranku”

Ok lah, Bola boleh lepas dari hadanganku, akan tetapi Lawan jang harap bisa melangkaiku,

banyak pelanggaran yang kubuat karena tertabraknya pemain musuh dengan badanku, atau kalau boleh aku jujur aku yang menabrakkan diri pada musuh mainku.

bukan hal yang wagu atau lucu lagi, sekontan anak anak pasti bakalan tertawa puas akan tingkah laku ku tersebut.

“merokok” termasuk salah satu hoby favoritku, bayangin aja, udah berapa ratus ribu yang pernah kuhabiskan demi kenikmatan “sementara” akan menebulnya asap rokok dari mulutku.

aku sendiri juga hera, jujur lho. aku bisa saja berhenti merokok detik ini juga. akan tetapi aku juga bisa merokok pada sepersekian detik kemudian.

Ya Allah, maafkan atas segala kenakalanku selama ini. Amin

berbelanja masalah “sandang” menjadi prioritasku dalam rangka menghabiskan sisa tabuganku, kalau boleh jujur. menghabiskan uangku.

YA Allah, terima kasih atas segala yang telah Engkau limpahkan padaku.

mulai dari baju hem sampai kaos oblong bahkan celana jins pernah aku beli, tak hanya satu atau dua buah yang aku beli

bayangin aja, dalam setahun aku bisa membeli 5 buah baju dan celana.

unik kan

tapi itulah aku, terkadang hobi membaca (selain buku kuliah kalau pas gak ada ujian atau tugas) buku komik atau novel bahkan sampai majalah Hand Phone pernah aku dalami.

mengobrol sambil “nge teh” atau “ngopi” menjadi andalanku bersama beberapa saudara saudaraku, udah berapa jenis warug dan temapang nongkrong yang pernah aku datangi di Jogja ini,

entah mengapa semua ini bisa bisanya menjadi hobiku, padahal masih banyak hobi hobi lain yang lebih bersifat “baik” dari pada hobiku sekarang,

tapi semua ini adalah bersifat sementara. semoga Allah menunjukkan jalan yang benar padaku. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: