arya indaryatna

jon-0093.jpgmarcoplo.jpgsruput.jpg

tahun baru, 1 Januari 1985 awal menghirup udara.

“Ngayogyakarto” menjadi tempat berpijaknya,

tak hanya itu, rambut dengan seribu gaya selalu menghias wajah nan rupawannya

wanita dalam kehidupan arjo (panggilan akrabnya) datang dan pergi tanpa dikenalnya

jangan salah, dia bukan tipe penakut cewek atau mungkin juga “homo”

arie (panggilan aslinya) adalah sang penjelajah jalan.

dari mulai ujung barat, jakarta sampai dengan ujung tengah, solo pernah arie lalui.

bermodalkan bensin serta kendaraan bermotor dan teman seperjalanan, sudah mencukupi dalam perjalanan kisah petualangannya.

sang pejuang sejati,

sang gila slemania

sang jenaka

sang penuh senyum ramah tama

YA Allah, Berikan apapun yang arie panjatkan kepadamu. Amin

masalah publikasi dan nama jalan sampai dengan alamat tak jelas, arie menjadi tumpuan terakhir dari pertanyaan beberapa teman temannya

bayangkan aja,

se kota Yogyakarta pernah dia “obok – obok”. sampai dengan gang buntu sampai gang aman dari area operasi polisi tersimpan dan tertata rapi dalam memory otaknya.

kuliah bukan menjadi prioritas dalam kesehariaanya

tak pernah mengeluh akan sulitnya Ujian Akhir Semester atau bahkan capeknya perjalanan petualangannya.

senyum dan senyum serta senyum adalah hal yang wajib tertempel dan terpublikasikan pada wajah nya.

sifat normalnya adalah seseorang yang pendiam dan tak banyak berkata,

tetapi jangan salah apabila dia mencoba berkata jenaka.

sekonyong konyong kalian bakalan tertawa merdu karena “banyolanya”

ceria dan selalu tepat waktu menjadi ciri khas perilakunya.

uang bukanlah menjadi permsalahan, yang penting makan dan minum serta bensin motor tercukupi adalah pikiran kesehariannya.

tak banyak cewek yang mencoba mendekatinya,

pikirin aja, dalam hatinya.

prioritas utamanya adalah wanita yang lebih mudah dari dia dan harus “berkerudung”

masalah cantik atau tidak adalah relatif (filosofinya)

Ya Allah, semoga Neraka tak akan pernah menyentuh seujung rambunya. Amin

logat khas Jogjanya terkadang membuat beberapa teman temanya harus bermufakat untuk meluangkan sedikit tawanya ketika arie mencoba untuk menghibur di kantin atau di waktu kuliah,

arie, makasih atas segala pengalaman yang telah engkau berikan padaku

arie, makasih atas kerjasama yang pernah terjalin selama ini

arie, makasih atas usahamu untuk menghiburku di saat aku berduka

arie, makasih atas petunjukmu hingga aku tak tersesat.

Ya Allah, limpahkanlah segala rahmat dan rizqy yang barokah serta halal kepada keluarganya, semoga kebaikan selalu menyertainya. amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: