maka nikmat tuhan yang manakah yang engkau dustakan ?

sabtu, 25 November 2006 tepatnya pukul 7,30 pagi,

biasalah, namanya cowok pasti maen bola jadi hobi yang sangat melekat dalam benak. waktu itu kami di tantang oleh anak fisika teknik angkatan 2002 untuk adu tanding (tapi tanpa adu duit lho)

saat itu aku melewati jalan monjali, aku kehilangan sebuah dompet warna hitam yang berisi KTP, SIM A, SIM C, STNK Motor, ATM BNI, Foto-foto, dan uang sebesar Rp. 17.500,00

alhasil deh aku ingatnya pas sebelum maen ada temen yang mo mimjam duit buat ke wartel, dan ternyata ketika aku pegang saku belakangku,

Y Allah, seketika itu juga aku baru sadar kalau dompetku ternyata musnah ditelan entah kemana ?

aku sempet nyari di lapangan dan balik lagi ke jalan Monjali, akan tetapi mungkin udah kehendak Allah Yang Maha Esa atas Seluruh Alam Semesta.

langsung aja aku bikin surat kehilangan di Kantor Pos Polisi,

2 hari berlangsung dan aku ingat bahwa pas pagi itu banyak sekali polisi yang lagi patroli jaga di area jalan Monjali tersebut, sempat terpikir dalam benakku kalau mungkin saja warga sekitar atau Bapak polisi yang menemukan dompet pemberian ayahanda 5 tahun silam itu,

langsung aku menuju kantor polres Sleman di jalan Magelang km 13, ketemu ma seseorang yang bernama Bapak Sukindro,

Maka Nikmat Tuhan Yang Manakah Yang Kamu Dustakan ?

Alhamdulillah ternyata dompet tersebut diamankan oleh Bapak tersebut, sempat terpikir dalam benakku untuk memberikan balas jasa kepada pak Sukindro dan temennya tersebut,

tapi kata yang masih hingga kini terngiang dalam telingaku

“ndak usah mas, ini uda tugas kami, saya ikhlas kok”

menangis aku mendengar kata tersebut,

Ya Allah semoga engkau melimpahkan rahmat dan Hidayahmu serta Rizqy yag halal lagi barokah kepada Bapak Sukindro dan temennya tersebut. Amin

Allah terkadang memberikan sebuah jalan kepada setiap manusia dengan jalan kedewasaan. dimana kita diajarkan untuk menjadi dewasa, tak ada sesuatu di dalam dunia ini yang tanpa kehendaknya,

jika terjadi maka terjadilah

Ya Allah ampunilah segala kenakalanku dan kebejatanku di dunia ini. Amin

ada hikmah yang dapat kuambil dari pengalaman diatas

“semua ini adalah titipan dari Allah, jika udah waktunya, maka kita sebagai manusia harus merelakannya”

Allah, maaf atas segala kekhilafanku

Muhammad, terima kasih atas pemberian penerangan jiwa yang telah engkau ajarkan

Mikail, semoga selalu tak melupakan akan diriku ini

Izroil, tampakkan dirimu kepada ku ketika aku sedang menangis karena Allah

Malik, semoga aku tak pernah menatap wajahmu untuk selamanya

Ridwan, senyummu selalu kudamba dambakan.

Abah Ummi’, maaf atas kenakalan dan kebohongan serta ketidakpatuhanku padamu

Adik adikku, kakak bukan contoh yang baik

Keluargaku, semoga Rahmat dan Hidayahnya selalu melimpah untuk kalian

Sahabatku, Rizqy yang barokah dan halal selalu untuk kalian semua

Amin. Amin. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: