Arsip Tag: Pangeran Mangkubumi

Heritage itu perjalanan Sejarah

Heritage agaknya selalu berdekatan dengan sebuah ikhtiar perlindungan. Sebuah cagar budaya. Yogyakarta bertaburan heritage ini, warisan yang begitu bernilai, peninggalan-peninggalan bersejarah yang mengundang kesadaran untuk merawatnya, melindunginya dan mahal, tapi di sana ada inisiatif tulus. Karena itu sejarah ditempatkan sebagai perjalanan keberadaan berharga dari sebuah bangsa.

kenyataannya hampir 60 persen kawasan di Yogyakarta saat ini merupakan heritage yang kaya. Dan saat heritage ini ditelusur, sejarah Yogyakarta pun membuka. Semua dimulai dari Kotagede, Begitulah, Ki Ageng Pemanahan bersama anaknya, Ngabehi Sutawijaya Loring Pasar mendapatkan hadiah Sultan Pajang Hadiwijaya berupa tanah di hutan Mentaok. Sang Sutawijaya kemudian menjadi penguasa Mataram, bergelar Panembahan Senopati di Kotagede, 1609. Baca lebih lanjut

Dengan kaitkata , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Akulturasi itu Mulus

Bendera “Wulan ndadari” itu berkibar di tengah tetabuhan tambur, bende dan alunan pui-pui dengan tombak berbaris rapi, berderap pasti di antara berbagai kesatuan prajurit kraton Kasultanan Yogyakarta. Mereka adalah prajurit Bugis. Memang kesatuan tak asli Ngayogyakarta. Mereka dari Bugis, belahan timur Nusantara. Tapi kemudian mereka menjadi bagian integral prajurit kraton Ngayogyakarta.

Prajurit kraton itu memang salah satu warisan bernilai yang suntuk dirawat hingga hari ini. Unsur penting dalam kemiliteran Dinasti Mataram ini agaknya selalu di ikhtiarkan agar tak punah menjadi fosil abad silam dan hanya tercatat dalam buku-buku sejarah atau menjadi tuturan mitos sebuah jaman. Kraton, dalam perkembangannya kemudian, ternyata tak serta merta menutup budayanya.

Ia meneruskan budaya Jawa itu kepada masyarakatnya. Termasuk prajurit kraton, termasuk bagaimana ia merawatnya selama ini, termasuk akulturasi di dalamnya. Prajurit Bugis itu termasuk salah satu ikhtiar mulya menempatkan kesatuan prajurit yang berasal dari seberang, dari luar lingkungan kraton. Pada mulanya, kesatuan Bugis adalah prajurit Aru Palaka.

Tapi kemudian tersebar kemana-mana. Termasuk ke Jawa, hingga menjadi prajurit Pangeran Sambernyawa, sang menantu Pangeran Mangkubumi yang kemudian menjadi Baca lebih lanjut

Dengan kaitkata , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.