dari Hanoman sampai Sepeda Ontel

Legenda itu adalah Hanoman. Sang kesatria kera ini memangkas gunung Merapi dalam pertempuran miliknya hari itu. memang kemudian sang punakawan mengusungnya ke sebuah dataran kelak bernama Nglanggeran. Dan mitos lahir disana. Dan legenda pun berkembang. Nglanggeran di kecamatan Pathuk, Gunung Kidul, DIY itu dikenal orang. Jadilah kawasan itu sebagai desa wisata yang ramai.

Perbukitan Nglanggeran memang sebuah fenomena. Dari sana masyarakat setempat tahu persis bagaimana mitos itu, bagaimana legenda itu, menjadi magnet dari sebuah minat berwisata. Mereka kini merawatnya, bahkan rela berswadaya untuk membangun sebuah kondisioning bahwa kawasannya kelak sanggup memberikan kontribusi besar bagi perkembangan kesejahteraan masyarakatnya.

Dan jalanan-jalanan di Yogyakarta pun bertebar kemungkinan yang lincah seperti di Nglanggeran. Kelincahan itu adalah sepeda onthel, sepeda model kuno, keluaran puluhan tahun lalu yang dibangun kembali dengan tampilan klasik menawan. Bahkan ada kelompok pecinta jenis sepeda itu, “POJOK” namanya, Paguyupan Onthel Djogjakarta. Kelompok inilah yang aktif menerobos kemungkinan pasar wisata di Yogyakarta.

Wajah pariwisata Yogya tak lagi sekedar alam Kaliurang, atau debur ombak Parangtritis, atau kecantikan Tamansari, atau Prambanan yang anggun. Pariwisata Yogya ternyata membentang dari pegunungan Seribu, sampai perbukitan Menoreh dan jalanan yang ramah oleh kesanggupan sepeda onthel menarik wisatawan berkelilling kawasan Yogyakarta. Bahkan hingga mitos di Nglanggeran yang memanjakan subkultur Jawa yang legendaris itu; pewayangan.

referensi: exploring Jogja Vomule 02/2009

foto dari: kalisongku.wordpress.com,

cybermq.com, rumahzul.com, antaratv.com

21 Tanggapan

  1. wah… semakin fall in love gue sama Jogja =)

    • jogja love you full.,….

  2. jogja gak ada matinya kalo soal wisata… kapan bisa nyaingin Bali?

    • hemm…. menurut, kedua tempat wisata tersebut bukan berlomba dalam persaingan, tetapi kedua pariwisata tersebut bersama dengan daerah pariwisata yang lainnya mencoba mengenalkan Indoneisa lewat Budaya dan Adat serta kekayaan alam dan keindahan panorama alami

  3. saya hanya 2 kali ke jogja, itupun hanya keliling Malioboro saja :)
    semoga lain kali bisa lebih berkeliling jogja

    • JOGJA, never ending asia…. itu dulu…

      sekarang

      YOGYAKARTA
      KAPAN ke JOGJA lagi?

  4. jogja banget keren ya, belum pernah ke jogja. kapan kapan pingin tuh om

  5. gambarnya keren keren

    • makasih atas komentarnya

  6. jokja emang ngak ada abisnya………
    keren2 gambarnya mas…. jadi pengen ke Perbukitan Nglanggeran tempatnya hanoman.. :D

    • hemm,,,, jogja tak akan pernah mati untuk terus menyebarkan adat dan budaya serta keindahan panoramanya,,,

  7. berkunjung…..
    punya sepeda tapi tidak berani lagi pakai, karena para pengendara motor dan mobil seperti memusuhi, ngeri

    • memang benar sih, terkadang karena sepeda motor atau mobil yang ugal-ugalan di jalan raya membuat para pengendara sepeda tidak aman, alangkah baiknya jika pemerintah jogja membuat jalan khusus untuk para pengguna sepeda,

  8. aji belum bisa naik sepeda roda dua, kalau ke jogja mau naik delman aja ah

    • naik delman istimewa ku duduk di muka,
      mengendarai kuda supaya baik jalannya…

  9. Mas, saya minta ijin foto parade-sepeda-ontel-di-bundaran-hi-6-mei-2007-1.jpg apakah boleh saya copy paste di blog saya?

    • boleh boleh saja kok. asalkan di tulis juga referensinya ya..

      • slamat pagi semua yang jualan sepeda kuno di mana dan saya jga pengemersepeda kuno saya punya gazelle seri 11

  10. di mana yang jualan sepeda kuno dijogja masssssss

    • wah, kalau masalah penjual yang ada di jogja kayaknya saya kurang begitu faham, tetapi kalau saya boleh mneyarankan, anda bisa bertanya kepada komunitas tersebut, biasanya mereka berkumpul di alun-alun Jogja pada pukul 8-9 malam, dan kemungkinan para pecinta sepeda kuni tersebut ada yang mengetahui letak penjual sepeda.

  11. wah bagus banget artikelnya…

    kunjungi balik ya mas..

Tinggalkan Balasan